Mengatasi Tantangan

Info

Senin, 30 Juli 2018

Mengatasi Tantangan

Baca: Nehemia 6:1-9, 15

6:1 Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya,

6:2 maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: “Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!” Tetapi mereka berniat mencelakakan aku.

6:3 Lalu aku mengirim utusan kepada mereka dengan balasan: “Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!”

6:4 Sampai empat kali mereka mengirim pesan semacam itu kepadaku dan setiap kali aku berikan jawaban yang sama kepada mereka.

6:5 Lalu dengan cara yang sama untuk kelima kalinya Sanbalat mengirim seorang anak buahnya kepadaku yang membawa surat yang terbuka.

6:6 Dalam surat itu tertulis: “Ada desas-desus di antara bangsa-bangsa dan Gasymu membenarkannya, bahwa engkau dan orang-orang Yahudi berniat untuk memberontak, dan oleh sebab itu membangun kembali tembok. Lagipula, menurut kabar itu, engkau mau menjadi raja mereka.

6:7 Bahkan engkau telah menunjuk nabi-nabi yang harus memberitakan tentang dirimu di Yerusalem, demikian: Ada seorang raja di Yehuda! Sekarang, berita seperti itu akan didengar raja. Oleh sebab itu, mari, kita sama-sama berunding!”

6:8 Tetapi aku mengirim orang kepadanya dengan balasan: “Hal seperti yang kausebut itu tidak pernah ada. Itu isapan jempolmu belaka!”

6:9 Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: “Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan.” Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.

6:15 Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari.

Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari. —Nehemia 6:15

Mengatasi Tantangan

Saya dan beberapa teman berkumpul tiap bulan untuk saling mengingatkan tentang hal-hal yang ingin kami capai masing-masing. Teman saya, Mary, ingin melapis ulang kursi-kursi ruang makannya sebelum akhir tahun. Pada pertemuan bulan November, dengan bercanda ia melaporkan kemajuan yang dialaminya di bulan Oktober: “Butuh waktu sepuluh bulan dan dua jam untuk memperbaiki kursi-kursiku.” Setelah berbulan-bulan gagal mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan, atau sulit menemukan waktu luang di sela-sela pekerjaan yang padat atau mengasuh anak balitanya, proyek tersebut ternyata hanya membutuhkan waktu dua jam jika dikerjakan dengan sepenuh hati.

Tuhan memanggil Nehemia mengerjakan proyek yang jauh lebih besar: memulihkan Yerusalem setelah temboknya runtuh selama 150 tahun (Neh. 2:3-5,12). Ketika ia memimpin bangsanya bekerja, mereka diolok-olok, diserang, diganggu, dan digoda untuk berbuat dosa (4:3,8; 6:10-12). Namun, Allah memampukan mereka berdiri teguh dan bertekad baja sehingga tugas yang sulit itu diselesaikan hanya dalam waktu 52 hari.

Mengatasi tantangan sesulit itu membutuhkan lebih dari hasrat atau tekad diri yang kuat. Nehemia digerakkan oleh pemahaman bahwa Allah telah menunjuknya untuk melakukan tugas itu. Kesadaran akan tujuan itu menguatkan orang lain untuk mengikuti kepemimpinannya, meski mereka mendapat perlawanan yang luar biasa. Ketika Allah menugaskan kita—baik untuk memulihkan hubungan yang retak atau memberi kesaksian tentang apa yang telah diperbuat-Nya dalam hidup kita—Dia akan memberi kita apa pun keterampilan dan kekuatan yang diperlukan untuk terus melakukan apa yang Dia minta, apa pun tantangan yang mungkin menghadang kita. —Kirsten Holmberg

Ya Tuhan, perlengkapi aku dengan kuasa-Mu agar aku bertekun hingga menyelesaikan tugas-tugas yang Engkau berikan kepadaku. Kiranya jerih lelahku memuliakan-Mu.

Tuhan memperlengkapi kita untuk mengatasi rintangan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan-Nya untuk kita lakukan.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 51-53; Roma 2

Desain gambar oleh WarungSaTeKaMu & Ferren Manuela

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

28 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!