Lebah dan Ular

Info

Sabtu, 28 Juli 2018

Lebah dan Ular

Baca: Matius 7:7-11

7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,

7:10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. —Matius 7:11

Lebah dan Ular

Untuk beberapa masalah di rumah, rasanya cuma saya yang bisa menyelesaikannya. Sebagai contoh, baru-baru ini anak-anak saya menemukan sekumpulan lebah telah berpindah ke sebuah celah di tembok teras depan. Jadi, saya pun harus membereskan masalah itu dengan bersenjatakan semprotan serangga.

Saya tersengat lebah. Sampai lima kali.

Tentu saya tak suka disengat lebah. Namun, lebih baik saya yang tersengat daripada anak atau istri. Lagipula, mengurus kesejahteraan keluarga adalah tanggung jawab saya yang utama. Anak-anak saya memiliki kebutuhan dan meminta saya untuk memenuhinya. Mereka mempercayai saya untuk melindungi mereka dari hal yang membuat mereka takut.

Dalam Matius 7, Yesus mengajarkan bahwa kita juga harus membawa setiap kebutuhan kita kepada Allah (ay.7). Kita percaya bahwa Dia mendengar semua permintaan kita. Untuk memperjelas, Yesus memberikan contoh kasus: “Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?” (ay.9-10). Bagi orangtua yang penyayang, jawabannya sudah jelas. Namun, Yesus tetap menjawab, sambil menantang kita untuk tidak kehilangan kepercayaan akan kebaikan Bapa kita yang murah hati: “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (ay.11).

Saya sangat menyayangi anak-anak saya. Namun, Yesus meyakinkan kita bahwa kasih ayah yang terbaik di dunia sekalipun tak sebanding dengan kasih Allah bagi kita. —Adam Holz

Bapa, terima kasih Engkau mengasihi kami lebih daripada ayah yang terbaik di dunia sekalipun. Tolong kami untuk melakukan firman Tuhan dengan apa yang ada di hati kami; untuk meminta, mencari, dan mengetuk dalam hubungan kami dengan-Mu.

Kita dapat mengandalkan Bapa kita untuk segala yang kita perlukan.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 46-48; Kisah Para Rasul 28

Artikel Terkait:

Aku Gak Pintar Berdoa

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

17 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!