Dunia yang Sempurna

Info

Rabu, 4 Juli 2018

Dunia yang Sempurna

Baca: Wahyu 21:1- 5

21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”

Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” —Wahyu 21:5

Dunia yang Sempurna

Katie mendapat tugas sekolah untuk menulis karangan berjudul “Duniaku yang Sempurna”. Ia menulis: “Dalam duniaku yang sempurna . . . es krim itu gratis, permen ada di mana-mana, dan langit selalu biru setiap saat, dengan awan-awan kecil yang bentuknya lucu-lucu.” Kemudian isi tulisannya berkembang menjadi lebih serius. “Dalam dunia itu,” lanjutnya, “Tak ada orang yang akan menerima kabar buruk. Tak ada juga orang yang harus menyampaikan kabar buruk.”

Tak ada orang yang akan menerima kabar buruk. Bukankah itu luar biasa indah? Kata-kata itu tegas merujuk pada pengharapan kita yang pasti di dalam Yesus. Dia “menjadikan segala sesuatu baru”, yakni memulihkan dan mengubah dunia kita (Why. 21:5).

Di surga, ada banyak hal yang “tidak akan ada lagi”— tidak akan ada lagi kejahatan, tidak akan ada lagi maut, tidak akan ada lagi perkabungan, tidak akan ada lagi penderitaan, tidak akan ada lagi air mata (ay.4)! Surga merupakan tempat persekutuan yang sempurna dengan Allah, yang dengan kasih-Nya telah menebus dan menjadikan umat percaya sebagai milik-Nya (ay.3) Alangkah menakjubkan sukacita yang menanti kita!

Kita dapat mencicipi realitas yang sempurna itu sekarang juga di dunia ini. Dalam persekutuan dengan Allah setiap hari, kita mengalami sukacita dari kehadiran-Nya (Kol. 1:12-13). Bahkan di saat kita bergumul melawan dosa, kita mengalami sebagian kemenangan yang memang menjadi milik kita di dalam Kristus (2:13-15), satu-satunya yang telah menaklukkan dosa dan kematian secara tuntas. —Poh Fang Chia

Tuhan, terima kasih karena Engkau menjadikan segalanya baru. Tolonglah kami untuk hidup dalam pengharapan bahwa suatu hari kelak kami akan hidup bersama-Mu, murni dan tak bercacat, di bumi baru dalam hadirat-Mu selama-lamanya.

Dunia yang sempurna milik Allah diperuntukkan bagi semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 28-29; Kisah Para Rasul 13:1-25

Artikel Terkait:

Apakah Kita Mencari Tuhan?

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

45 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!