Doaku untuk Hari Ulang Tahunku

Info

Oleh Lidya Corry Tampubolon, Jakarta

Kepada Allah pencipta semesta,

Kepada Allah pemilik hidup dan pelayananku,

Kepada Allah sumber rahmat dan kasih karunia,

Aku bersyukur untuk satu tahun lagi yang Kau tambahkan dalam masa hidupku. Tentu satu tahun dalam kesementaraan ini tidak sebanding dengan kekekalan yang Kau sediakan nanti. Tapi bagaimana pun, aku bersyukur untuk kefanaan yang di dalamnya aku menikmati anugerah demi anugerah.

Tuhan, ampuni aku untuk detik demi detik yang aku habiskan untuk berbuat dosa. Aku tahu kalau aku sungguh tidak tahu diri. Setelah semua yang Engkau lakukan bagiku, aku masih tetap berkutat dalam dosa-dosaku, seperti Rasul Paulus yang berseru, “Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Namun aku bersyukur, seruan Paulus tak berhenti di situ. Ia meneruskannya dengan ucapan syukur, “Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (Roma 7:24-25). Aku bersyukur untuk karya penebusan-Mu, dan tidak akan pernah berhenti bersyukur untuk hal itu.

Tuhan, ketika aku melihat hidupku, aku menemukan waktu-waktu di mana tangan-Mu terasa tidak lagi menggenggam tanganku.

Aku menemukan waktu di mana aku mempertanyakan kehadiran dan penyertaan-Mu.

Aku menemukan waktu di mana kekhawatiran dan ketakutan menguasaiku.

Namun aku bersyukur, meskipun aku berada dalam kekelaman dan merasa sendirian, sesungguhnya Engkau tidak pernah meninggalkanku. Firman-Mu menopang dan membangkitkanku. Engkau memberiku kekuatan dan penghiburan hingga akhirnya aku sadar bahwa aku tidak pernah sendiri. Engkau senantiasa hadir, berjalan bersamaku dalam keheningan melalui lembah kekelaman.

“Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela” (Mazmur 84:12). Izinkanlah aku, seumur hidupku, mengingat dan berpegang pada janji-Mu itu ya Allah.

Tuhan, aku tidak tahu bagaimana hari depan akan membawaku. Mungkin besok langit akan menjadi gelap dan perjalanan akan menjadi berat. Ada banyak hal di masa mendatang yang tidak bisa aku mengerti, tapi aku tahu siapa yang memegang hari esok, dan Engkau jugalah yang memegang tanganku.

Terima kasih Tuhan untuk 24 tahun yang Kau percayakan kepadaku. Aku tidak tahu berapa tahun lagi yang Kau sediakan bagiku, tapi biarlah Tuhan sampai akhirnya nanti, Kau temukan aku tetap setia.

Di dalam nama Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup, aku berdoa dan mengucap syukur.

Amin.

Baca Juga:

Masa Depanmu Tidak Ditentukan oleh Keadaanmu

Banyak orang percaya bahwa untuk mencapai kesuksesan, seseorang harus lebih unggul sebelum pertandingan dimulai. Artinya, peluangmu untuk “sukses” itu ditentukan oleh latar belakang keluargamu. Tapi, bagaimana jika latar belakang keluargamu jauh dari unggul?

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Aku & Keluargaku: Berjalan Bersama Melewati Berbagai Musim Kehidupan, Pena Kamu, Tema, Tema 2018

12 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!