Terbebas

Info

Rabu, 27 Juni 2018

Terbebas

Baca: Kolose 1:13-23

1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,

1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah . . . sekarang diperdamaikan-Nya. —Kolose 1:21-22

Terbebas

Jonathan adalah anak laki-laki yang terlahir dengan cerebral palsy (kelumpuhan otak). Ia sempat tidak dapat berbicara atau berkomunikasi. Namun ibunya, Chantal Bryan, tidak pernah menyerah. Saat anak itu berusia sepuluh tahun, ibunya menemukan cara untuk berkomunikasi dengannya melalui gerak-gerik mata dan sebuah papan huruf. Setelah mengalami terobosan itu, sang ibu berkata, “Ia seakan terbebas dan kami dapat menanyakan apa pun kepadanya.” Kini Jonathan dapat membaca dan menulis, bahkan mengarang puisi; semuanya lewat komunikasi dengan kedua matanya. Saat ditanya bagaimana rasanya bisa “berbicara” dengan keluarga dan teman-temannya, ia menjawab, “Sungguh luar biasa aku bisa mengatakan bahwa aku mengasihi mereka.”

Kisah Jonathan begitu menyentuh dan membuat saya merenungkan karya Allah yang luar biasa dalam melepaskan kita dari belenggu dosa. Seperti yang ditulis Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose, dahulu kita “hidup jauh dari Allah” (Kol. 1:21), perbuatan kita yang jahat membuat kita berseteru dengan-Nya, tetapi melalui kematian Kristus di kayu salib, sekarang kita ditempatkan “kudus . . . di hadapan-Nya” (ay.22). Kini kita dapat hidup “layak di hadapan-Nya” dengan memberi buah, bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, dan dikuatkan dengan kuasa-Nya (ay.10-11).

Setelah terbebas dari dosa, kita dapat memakai suara kita untuk memuji Allah dan membagikan kabar baik-Nya tentang hidup yang tidak lagi terikat oleh dosa. Sambil bertekun dalam iman, kita dapat tetap memegang teguh pengharapan kita di dalam Kristus. —Amy Boucher Pye

Tuhan Allah, Engkau telah melepaskan kami dari belenggu ketidakpercayaan dan memberi kami kata-kata untuk memuji-Mu. Kiranya kami rela membagikan kebebasan ini dengan orang lain untuk kemuliaan-Mu.

Tuhan membebaskan kita dari belenggu dosa kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 8-10; Kisah Para Rasul 8:26-40

Artikel Terkait:

Seks: Untuk Apa Menunggu?

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

31 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!