Terang Dunia

Info

Sabtu, 30 Juni 2018

Terang Dunia

Baca: Wahyu 3:14-22

3:14 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!

3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

3:22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya. —Wahyu 3:20

Terang Dunia

Salah satu karya seni favorit saya tergantung di ruang kapel Keble College di Oxford, Inggris. Lukisan The Light of the World (Terang Dunia) karya William Holman Hunt asal Inggris itu menunjukkan Yesus yang memegang lentera dan sedang mengetuk pintu sebuah rumah.

Salah satu aspek menarik dari lukisan itu adalah pintunya tidak memiliki pegangan. Ketika ditanya tentang tidak adanya cara untuk membuka pintu itu, Hunt menjelaskan bahwa ia ingin memberikan gambaran yang sesuai dengan Wahyu 3:20, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya.”

Tulisan Rasul Yohanes dan lukisan itu menggambarkan kebaikan hati Yesus. Dengan lembut Dia mengetuk pintu hati kita untuk menawarkan damai sejahtera-Nya. Yesus berdiri dengan sabar sambil menantikan respons kita. Dia tidak akan membuka sendiri pintu hati kita dan memaksakan diri-Nya masuk ke dalam hidup kita. Dia tidak memaksakan kehendak-Nya atas kita. Alih-alih, Yesus menawarkan anugerah keselamatan kepada tiap orang dan terang-Nya untuk menuntun kita.

Kepada tiap orang yang membuka pintu hatinya, Yesus berjanji akan masuk dan mendapatkannya. Tak ada syarat dan ketentuan lainnya.

Apabila kamu mendengar suara Tuhan Yesus dan ketukan lembut-Nya pada pintu hati kamu, yakinlah bahwa Yesus sedang menantimu dengan sabar dan Dia akan masuk ke dalam hatimu jika kamu mempersilakan-Nya. —Lisa Samra

Tuhan, terima kasih atas anugerah keselamatan dan janji-Mu untuk masuk mendapatkan kami di saat kami membuka pintu hati kami. Tolonglah kami untuk merespons anugerah itu dan membuka pintu hati kami bagi-Mu hari ini.

Bukalah pintu hatimu untuk Yesus; Dia dengan sabar menanti kamu membukanya.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 17-19; Kisah Para Rasul 10:1-23

Artikel Terkait:

Menemukan Kasih Sejati

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

31 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!