Gambaran Kasih

Info

Jumat, 29 Juni 2018

Gambaran Kasih

Baca: 2 Yohanes 1:1-6

1:1 Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,

1:2 oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.

1:3 Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.

1:4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.

1:5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu—bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya—supaya kita saling mengasihi.

1:6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Saya minta dengan sangat supaya kita semua saling mengasihi. Yang saya kemukakan ini bukanlah suatu perintah yang baru; perintah ini sudah diberikan kepada kita sejak kita mula-mula percaya. —2 Yohanes 1:5 bis

Gambaran Kasih

Saya dan anak-anak telah mempraktikkan suatu aktivitas harian baru. Setiap malam sebelum tidur, kami mengumpulkan pensil warna-warni dan menyalakan lilin. Sembari meminta Allah untuk menerangi jalan kami, kami membuka buku jurnal kami masing-masing, lalu menggambar atau menulis jawaban dari dua pertanyaan berikut: Kapan aku menunjukkan kasih hari ini? dan Kapan aku gagal menyatakan kasih hari ini?

Mengasihi sesama telah menjadi bagian penting dari kehidupan Kristen sejak semula (2Yoh. 1:5). Itulah yang ditulis Yohanes dalam surat kedua kepada jemaatnya. Ia meminta mereka semua untuk saling mengasihi dalam ketaatan kepada Allah (2Yoh. 1:5-6). Kasih adalah salah satu topik favorit Yohanes dalam surat-suratnya. Ia mengatakan bahwa menerapkan kasih secara nyata merupakan salah satu cara untuk mengetahui bahwa kita “berasal dari kebenaran,” yaitu bahwa kita sungguh-sungguh hidup di hadapan Allah (1Yoh. 3:18-19). Ketika saya dan anak-anak merenungkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kami menemukan bahwa dalam hidup kami, kasih ditunjukkan lewat perbuatan-perbuatan sederhana: meminjamkan payung, menghibur seseorang yang bersedih, atau memasak makanan kesukaan teman. Momen-momen saat kami gagal menunjukkan kasih juga sama sederhananya: kami bergosip, enggan berbagi, atau memuaskan keinginan kami sendiri tanpa peduli kebutuhan orang lain.

Perenungan yang kami lakukan setiap malam itu menolong kami untuk makin peka dan menangkap apa yang ditunjukkan Roh Kudus kepada kami di sepanjang hidup ini. Dengan pertolongan-Nya, kami belajar untuk “hidup di dalam kasih” (2Yoh. 1:6). —Amy Peterson

Tuhan, kiranya kami tidak hanya mengasihi dengan perkataan, tetapi juga dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Ajarlah kami menaati panggilan-Mu untuk saling mengasihi.

Bagaimana saya dapat menyatakan kasih hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 14-16; Kisah Para Rasul 9:22-43

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

35 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!