Tak Seperti yang Diperkirakan

Senin, 14 Mei 2018

Tak Seperti yang Diperkirakan

Baca: 2 Raja-Raja 19:29-37

19:29 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

19:30 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

19:31 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

19:32 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

19:33 Melalui jalan, dari mana ia datang, ia akan pulang, tetapi ke kota ini ia tidak akan masuk, demikianlah firman TUHAN.

19:34 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.”

19:35 Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

19:36 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

19:37 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah. —1 Yohanes 4:1

Tak Seperti yang Diperkirakan

“Dengar!” kata istri saya lewat telepon. “Ada monyet di halaman rumah kita!” Ia mengangkat teleponnya supaya saya bisa mendengar suara itu. Ya, memang seperti suara monyet. Aneh sekali, karena tempat monyet liar yang terdekat dari tempat tinggal kami berjarak lebih dari 3.200 km jauhnya.

Namun, ayah mertua saya menjawab keheranan kami, “Itu burung hantu,” tukasnya. Kenyataannya tak seperti yang kami perkirakan.

Ketika pasukan Asyur yang diperintah Raja Sanherib mengepung Hizkia, Raja Yehuda, di dalam kota Yerusalem, mereka mengira telah meraih kemenangan. Namun, kenyataan berbicara lain. Walaupun juru minuman Asyur bermulut manis dan mengaku berbicara bagi Allah, Tuhan tetap berada di pihak umat-Nya.

“Adakah di luar kehendak Tuhan aku maju melawan tempat ini untuk memusnahkannya?” tanya si juru minuman Asyur (2Raj. 18:25). Dalam usahanya membujuk Yerusalem agar menyerah, ia bahkan berkata, “Kalau kamu menuruti apa yang kuanjurkan kepadamu, kamu akan hidup, tidak mati” (ay.32 BIS).

Itu terdengar mirip dengan firman Tuhan. Namun, Nabi Yesaya memberitakan firman Tuhan yang sebenarnya kepada bangsa Israel. “[Sanherib] tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana,” Allah berfirman. “Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya” (2Raj. 19:32-34; Yes. 37:35). Malam itu juga, “Malaikat Tuhan” menghancurkan pasukan Asyur (2Raj. 19:35).

Adakalanya kita menjumpai orang-orang bermulut manis yang sepertinya “menasihati” kita padahal sebenarnya mereka menyangkal kuasa Allah. Yakinlah, itu bukan suara Allah. Dia berbicara kepada kita melalui firman-Nya dan memandu kita dengan Roh-Nya. Tangan-Nya berada di pihak orang-orang yang mengikut-Nya, dan Dia takkan pernah meninggalkan kita. —Tim Gustafson

Tuhan, ajarlah kami untuk bisa mengenali suara-Mu.

Allah selalu dapat dipercaya.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 19-21; Yohanes 4:1-30

Facebooktwitterreddit

35 replies
  1. Polin
    Polin says:

    Nah, itu poin penting yg selalu menjadi kendala, bagaimana cara kita mengenali bahwa itu adalah suara Tuhan? Apa yg harus diperbuat? Ada banyak suara2 yg masuk kedalam pikirab kita, pilihan2 hidup yg harus kita ambil, dan bagaimana cara mengenali suara Tuhan tersebut? Ini selalu menjadi dilema bagi saya. Tuhan memberkati.

  2. Yappi Arwin
    Yappi Arwin says:

    Tuhanlah yg menjadi sumber kepercayaan kita.
    daripadaNyalah datang berita kesukaan dan damai sejahtera.

  3. agusti lim
    agusti lim says:

    Tuhan, kami hanya akan percaya kepadaMu. kami rindu mendengar suaraMu, melakukan kehendakMu. ajar kami Tuhan untuk meletakkan kehendak kami di bawah kehendakMu.

  4. trisnaworms
    trisnaworms says:

    Sebelum mengambil suatu keputusan, alngkah baiknya kita Berdoa minta petunjuk dr Tuhan agar setiap keputusan yg kita ambil baik bagi kita karena yg baik dr Allah, baik dan Indah bagi kita. Tuhan Yesus Memberkati. Amin

  5. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Tuhan Yesus yg baik ,,,Pagarilah kami selalu agar kami Luput dari pelaku2 Kepalsuan ,,,amin ,

  6. Yohanes Yordan
    Yohanes Yordan says:

    @Polin cara mengenali suara Tuhan? Jawabannya ada di Alkitab, Alkitab adalah suara Tuhan yg tertulis. Maka itu, ikutilah apa yg tertulis dalam Alkitab maka kamu telah mendengar suara Tuhan. Tentang Roh, apakah roh yg datang berasal dari Tuhan atau iblis? Mungkin kita sering lihat orang kerasukan, ini adalah pengetahuan bagi saudara-saudari jika ada orang yg kerasukan roh orang yg telah meninggal maka roh yg masuk itu adalah roh penipu, jangan percaya, roh itu adalah roh jahat yg menyamar. Setelah manusia mati, rohnya akan langsung dibawa, jadi tidak tinggal di dunia lagi. Harus dicatat, seorang kristen ke kuburan bukan untuk mengunjungi roh tapi sebagai pengingat akan kuasa Tuhan bahwa bagi seorang Kristen, akan ada kehidupan setelah kematian dan bagi orang percaya rohnya akan hidup kekal di sorga. Janji Tuhan Yesus itu tetap karena sudah tertulis di kitab kehidupan.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *