Tak Dapat Ditarik Kembali

Rabu, 9 Mei 2018

Tak Dapat Ditarik Kembali

Baca: Yakobus 3:1-12

3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,

3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,

3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh. —Yakobus 3:6

Tak Dapat Ditarik Kembali

Ini bukan sekadar soal menyeberangi sungai. Secara hukum, tidak ada jenderal Romawi yang diizinkan untuk memimpin pasukan bersenjata masuk ke kota Roma. Jadi, saat Julius Caesar memimpin pasukannya menyeberangi sungai Rubicon dan memasuki Italia pada 49 sm, itu adalah suatu pengkhianatan. Dampak dari tindakannya tak bisa diputar kembali dan perang saudara selama bertahun-tahun pun terjadi hingga jenderal agung itu berkuasa mutlak atas Romawi. Sampai saat ini, istilah “menyeberangi Rubicon” melambangkan sesuatu yang “tidak dapat ditarik kembali”.

Dalam hubungan kita dengan orang lain, “menyeberangi Rubicon” dapat terjadi oleh karena ucapan kita. Begitu diucapkan, kata-kata kita tak bisa ditarik kembali. Ucapan kita bisa menolong dan menghibur, atau sebaliknya membawa kerusakan yang rasanya tak lagi dapat diperbaiki. Yakobus memberikan gambaran lain tentang dampak kata-kata, dengan mengatakan, “Lidahpun adalah api, ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka” (Yak. 3:6).

Saat kita merasa telah menyakiti seseorang, kita dapat meminta pengampunan dari orang itu dan juga pengampunan Allah (Mat. 5:23-24; 1Yoh. 1:9). Namun, akan jauh lebih baik apabila kita mengandalkan Roh Allah setiap hari dan memperhatikan dorongan Paulus, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih” (Kol. 4:6), sehingga perkataan kita tidak saja menghormati Tuhan, tetapi juga menghibur dan menguatkan orang-orang di sekitar kita. —BILL CROWDER

Tuhan, jagalah hati dan ucapanku hari ini. Kiranya aku hanya mengucapkan kata-kata yang menyenangkan-Mu dan membawa kebaikan serta kesembuhan bagi orang lain.

Saat kata-kata menjadi senjata, hubungan kita dengan sesama menjadi korbannya.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 7-9; Yohanes 1:1-28

Bagikan Konten Ini
46 replies
  1. chinthia
    chinthia says:

    Hari ini aku ulang tahun. Dan aku merasakan kesepian karena hari ini akan sama dimana orang-orang sekitarku tidak mengingat bahwa ini hari lahir ku.

    #semoga tidak terjadi lagi. Aku berharap ada satu orang yang ingat.

  2. ien g
    ien g says:

    Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
    haleluyah….terpujilah Tuhan

  3. agusti lim
    agusti lim says:

    Tuhan, trtima kasih untuk peringatanMu supaya kami menjaga lidah kami. Pakailah lidah kami untuk mengagungkan namaMu dan memberkati dan menguatkan kehidupan sesama kami.

  4. Fheta Cand'light
    Fheta Cand'light says:

    amin…dri satu lidah kiranya jngn keluar berkat dan kutuk..melainkn berkat…
    biarlah lidah kita dikndlikan oleh Allah..agar yg kluar dri lidah dipenuhi dngn berkat untk setiap orng kita temui…Tuhan berkti kita semua…

  5. Yakobus Reinhard Kristian
    Yakobus Reinhard Kristian says:

    Maka perlu pimpinan dari Roh Kudus setiap hari bahkan sebelum mengawalinya supaya senantiasa memancarkan kasih.
    GOD BLESS!

    Selamat Ulang Tahun kak Chintia..

  6. Ririn Rosalia Silalahi
    Ririn Rosalia Silalahi says:

    khotbahnya peneguh bgt untuk satu hari yg kelam ini , umur saya 19 thn , saya saat ini merasaka sakitnya dituduh oleh saudara saya sendiri , yg saya dan saudara laki” saya tidak melakukanya sama sekali ‘alangkah jahatnya kami melakukan itu kepada keluarga kami sendiri, bahkan yg lebih sakitnya lagi mama saya percaya dan menyalahkan saya dan saudara laki” saya , pdahal kami yakin pasti mama lupah bahwasanya dia yg mengirim pesan sms itu kepada tante saya tetapi dia lupa , bukan saya dan saudara laki” saya ,dan parahnya lagi tante saya mencurahkan semua keluh kesahnya diakun media sosialnya(fb) yg bernama Zetty Gultom bertapa sedihnya saya membaca status itu , bahkan semua saudara” saya yg lain dapat melihatnya .saya TIDAK SALAH .saat ini saya butuh keadilan dan pembelahan dari orang” yg saya sayang tapi tidak saya dapatkan .kata abg saya “ngapain kau nangis dek toh bukan kita yg ngelakuin “, saya ” sedih bg kalo di tuduh gitu , apalagi mama gak membela kita anaknya ” .abg “udahlah tau sendiri kw mammu gimana ,asallah sehat2 aja dia”. saya cuma bisa baca ayat alkitab Mazmur 118:1-29 menjadi tonggak saya yg sedang patah ini .trmksi meluangkan waktu untuk membacanya .

  7. Devie Ruitang
    Devie Ruitang says:

    untuk kedepannya for myself , berkata prilaku semua hanya untuk Tuhan biar Tuhan yg berproses dlm hidupku . Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *