Sebelum Segalanya Bermula

Info

Jumat, 4 Mei 2018

Sebelum Segalanya Bermula

Baca: Matius 3:13-17

3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.

3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. —Yohanes 17:24

Sebelum Segalanya Bermula

“Tetapi kalau Allah tidak memiliki awal dan akhir, dan selalu ada, apa yang dilakukan-Nya sebelum Dia menciptakan semuanya? Bagaimana Dia mengisi waktu-Nya?” Sejumlah anak sekolah Minggu yang ingin tahu selalu menanyakan hal-hal itu ketika kami membahas tentang natur kekekalan Allah. Saya biasanya menjawab bahwa sebagian dari hal itu merupakan misteri. Namun baru-baru ini, saya belajar bahwa Alkitab memberi kita jawaban untuk pertanyaan tersebut.

Ketika Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dalam Yohanes 17, Dia berkata, “Ya Bapa . . . Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan” (ay.24). Inilah yang disingkapkan Yesus kepada kita tentang Allah: Sebelum dunia diciptakan, Allah adalah Trinitas atau Tritunggal (Bapa, Anak, dan Roh Kudus)—ketiga-Nya saling mengasihi dan dikasihi. Ketika Yesus dibaptis, Allah mengirimkan Roh-Nya dalam rupa seekor burung merpati dan berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi” (Mat. 3:17). Aspek paling mendasar dari identitas Allah adalah kasih-Nya yang terus mengalir dan memberi hidup.

Sungguh suatu kebenaran tentang Allah yang sangat indah dan menguatkan! Kasih timbal balik yang dipancarkan tiada henti oleh masing-masing oknum dalam Trinitas itu—Bapa, Anak, dan Roh Kudus—merupakan kunci untuk memahami natur Allah. Apa yang Allah lakukan sebelum segalanya bermula? Allah melakukan apa yang selalu dilakukan-Nya: Dia mengasihi karena Dia adalah kasih (1Yoh. 4:8). —Amy Peterson

Ya Allah, terima kasih untuk kasih-Mu yang melimpah dan rela berkorban.

Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang penuh kasih.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 16-18; Lukas 22:47-71

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

33 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!