Seandainya Tuhan Membuat Parasku Cantik

Info

Oleh Agnes Lee, Singapura
Artikel asli dalam bahasa Inggris: What If God Made Me Pretty?

Tubuhku pendek, gemuk, dan penampilanku terlihat biasa-biasa saja. Ketika aku tumbuh besar, orang-orang suka mengomentari hidungku yang pesek. Seorang temanku bahkan berkata kalau hidungku itu seperti habis ditabrak oleh sesuatu.

Waktu masih kecil, aku mengenal boneka Barbie; boneka-boneka itu terlihat cantik, tinggi, dan langsing. Aktris utama di sinema televisi favoritku penampilannya mirip seperti boneka Barbie, dan aku berharap supaya bisa terlihat seperti mereka. Meskipun aku tahu bahwa lebih penting menjadi sehat daripada cantik, sulit buatku untuk menerima diriku sendiri yang tampilannya biasa-biasa saja dibandingkan dengan perempuan-perempuan lain di sekelilingku.

Saat usiaku sekitar 18 tahun, aku memutuskan untuk mengubah penampilanku. Dari yang semula mengenakan kaos dan celana jeans, aku mulai berpakaian lebih keren, memakai aksesoris, topi, dan jaket. Aku juga mulai berdandan setiap kali aku pergi keluar. Namun, dandananku hanya dapat menutupi kekuranganku, bukan mengubahnya. Aku tidak dapat mengubah tinggi badanku. Dan, tak peduli latihan dan keringat yang tercucur, aku tidak dapat mengubah bentuk tubuhku; yang kuinginkan hanyalah tampak lebih langsing. Aku ingin menjadi cantik dan populer, seperti para model dan aktris yang aku kagumi.

Saat usiaku menginjak 20-an, aku menemui seorang dokter kecantikan untuk membicarakan tentang langkah-langkah apa yang mungkin dilakukan untuk membuat wajahku lebih cantik. Tapi, setelah menimbang-nimbang risiko dan suntik botoks yang kuperlukan, aku mengurungkan ide ini. Selain ingin mengubah penampilan wajahku, aku juga ingin mengubah bentuk tubuhku, tapi dokter tidak bisa menganjurkan cara-cara yang nyaman buatku. Prosedur meninggikan badan sangat berisiko karena perlu melakukan operasi kaki, dan keberhasilannya pun tidak dijamin. Setelah menimbang risiko, biaya, dan hasil yang tidak terjamin, tidak butuh waktu lama buatku untuk membuang ide ini.

Di atas keinginan bahwa aku ingin terlihat lebih menarik, diam-diam aku ingin punya pacar. Banyak perempuan di sekolah yang punya pacar, dan kupikir aku tidak punya pacar karena wajahku yang tidak cantik. Aku juga pemalu dan menganggap kalau perempuan cantik pasti percaya diri, mudah bersosialisasi, dan populer karena penampilan mereka. Aku iri kepada mereka. Aku membenci Tuhan dan merasa Dia tidak adil. Dia menciptakan banyak perempuan cantik, tapi bukan aku. Aku tidak suka teman-temanku yang cantik. Aku tidak suka berbaur dengan mereka karena di sanalah aku merasa jelek dan tidak nyaman. Jadi, aku cenderung berusaha untuk mengabaikan mereka.

Aku tidak dapat mengerti ayat dari Mazmur 139:14 yang berkata “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” Aku merasa ayat itu tidak berlaku buatku. Aku kecewa dan berkata pada Tuhan, “Engkau pasti bercanda. Kalau Engkau menciptakanku dahsyat dan ajaib, tentu aku jadi perempuan muda yang cantik.”

Hingga suatu ketika, aku menemukan ayat dari Amsal 31:30 saat aku bersaat teduh, dan melalui ayat ini aku sadar kalau Tuhan sedang berbicara denganku. Ayat itu berkata, “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.” Ayat lain yang menyentakku adalah 1 Petrus 3:3, “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah.”

Tuhan tidak mencari orang yang menawan atau cantik, melainkan yang takut akan Dia. Tuhan tidak melihat penampilan luar, tapi hati kita. Ayat-ayat ini menguatkanku dan membuatku sadar betapa dangkalnya pemikiranku. Aku hanya berfokus pada kecantikan yang fana daripada Dia. Tuhan tidak pernah menghukumku; akulah yang menghukum diriku sendiri karena merasa jelek. Kenyataannya, Tuhan memuji perempuan yang takut akan Dia. Jadi, kalau aku ingin dipuji oleh-Nya, aku harus takut akan Dia. Aku harus memuliakan Dia dengan menjadikan Dia yang pertama dan utama dalam hidupku.

Sekalipun aku masih belum tahu mengapa Tuhan menciptakan beberapa perempuan tampak cantik dan yang lain tidak, aku tahu bahwa aku bisa berlari kepada-Nya dengan membawa segala perasaanku. Firman-Nya berbicara kebenaran untuk memuaskan kehampaan dalam diri kita. Alkitab berkata dalam Yesaya 55:9 bahwa jalan dan rancangan Tuhan lebih tinggi daripada jalan dan rancanganku. Sungguh, aku bisa mempercayai Allah bahwa Dia membuatku dahsyat dan ajaib dalam cara-Nya, seperti yang tertulis dalam Mazmur 139:14. Tuhan menciptakan kita seturut rencana-Nya supaya kita dapat memenuhi tujuan dan panggilan yang diberikan-Nya secara unik kepada masing-masing kita.

Seiring aku bertumbuh dalam pengetahuan tentang-Nya, aku merasa terpanggil untuk melayani-Nya melalui tulisan. Aku merasakan kebenaran Allah meresap dalam setiap area kehidupanku dan berbicara kepadaku. Aku juga mendapatkan wawasan baru ketika aku membaca tulisan-tulisan dari rekan-rekan Kristen yang membagikan cerita tentang bagaimana Allah bekerja dalam kehidupan mereka. Semuanya itu menguatkanku. Dan, aku terinspirasi untuk berbuat yang sama, membagikan pengalaman dan ceritaku supaya orang lain dapat ikut dikuatkan di saat mereka membutuhkan. Untuk menulis aku tidak perlu tampil cantik. Yang aku perlukan adalah hati yang murni, yang merindukan Allah di atas segalanya, dan menjadikan-Nya satu-satunya keinginanku.

Ketika aku melihat ke belakang, jika seandainya aku cantik, aku mungkin bisa menggapai impianku menjadi seorang model. Pekerjaan itu mungkin tidak mengizinkanku berpakaian sederhana, dan mungkin juga aku jadi terlalu berbangga diri atas tubuhku. Aku mungkin tidak memperlakukan tubuhku dengan hormat atau mengingat bahwa tubuhku adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 6:19). Tuhan menciptakanku seperti ini supaya aku bisa fokus kepada-Nya dan mengemban panggilan-Nya dalam hidupku.

Sekarang, meskipun aku masih tergoda untuk mengharapkan kecantikan fisik setiap kali aku melihat seseorang yang tampak cantik, aku mengingatkan diriku bahwa apa yang dunia anggap cantik bukanlah apa yang Tuhan katakan. Aku mengerti sepenuhnya bahwa tidak perlu menjadi cantik dulu untuk bisa percaya diri. Kepercayaan diriku ada pada Allah yang memuji orang-orang yang takut akan Dia dan berbicara pada kita dalam masing-masing panggilan hidup kita. Sekarang aku mengerti apa yang Mazmur 139:14 maksudkan, bahwa aku diciptakan dengan dahsyat dan ajaib. Dia meyakinkanku bahwa aku dicipta oleh-Nya dan identitasku yang sejati ada di dalam Dia.

Baca Juga:

Ketika Orangtuaku Melarangku untuk Ikut Kelompok Pendalaman Alkitab

Aku bersemangat mengikuti kelompok Pendalaman Alkitab (PA) bersama rekan-rekan sekampusku. Tapi, setelah beberapa kali ikut PA, orangtuaku melarangku dengan alasan khawatir. Aku sedih, kecewa, dan bergumul dengan keputusan orangtuaku tersebut.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Personal

14 Komentar Kamu

  • Aku juga pernah merasakan ini. Tapi Tuhan selalu mengingatkanku bahwa aku sangat berharga dimataNya. Walau dunia menganggapku jelek tapi tidak dengan Tuhan. Terima kasih buat kesaksiannya:))

  • kenapa harus ada cantik dan ganteng? kenapa tidak sama saja semuanya?

  • @sandy sinaga karena Tuhan menciptakan manusia itu unik..yang mempunyai kelebihan serta kekurangan 🙂

  • Kalau sama semua..ya susahlah emak kita nanti ngenali ….

  • you SAME with me,
    tpi aku selalu liat org yg kurang beruntung dri aku. mereka yg buta, lahir tanpa tangan, kaki yg harus diamputasi. yg dari lahir mengidap albino, yg gagap berbicara, yg tuli, yg mungkin saat ini sedang berjuang hidup dgn alat pernapasan. Psti lah ddlm hati mereka,trdapat prtanyaan “mengapa saya tidak NORMAL sprti yg lain God? ” prtnyaan yg mgkin lebih menyakitkan dri sekedar “mengapa saya tidak Secantik mereka? gendut? atau prtanyaan2 ttg kondisi fisik yg sbnrnya tidak menganggu aktifitas kita.
    Gbu

  • abelina aprilyantin

    walaupun kita cantik bagaimanapun di dunia pasti kita akan jadi tulanv kmbali.. apa yg mau dibanggakan di dunia kalau kita meninggal nnti tdk membawa apa2..

  • Terimakasih sharingnya.. aku lahir dgn wajah yg cukup banyak yg bilang cantik tp ada kekurangan lain jg dlm hal fisik yg buat aku terus gak percaya diri. Aku mau mulai bersyukur dan percaya akan kehendak Tuhan melalui diriku yg seperti ini:)

  • artikel ini sangat memberkatiku… kita hidup bukan hanya untuk menjadi cantik dan dipuji orang lalu hanya memperdulikan kebahagiaan diri sendiri, kita hidup untuk melaksanakan tugas yg Tuhan beri agar Tuhan semakin dipermuliakan. more of God , less of me. Jesus bless u all

  • @Maya setuju hahaha.. Kita memang diciptakan berbeda-beda, kan gak kebayang jika semua manusia di dunia ini hasil kloning manusia semua muka sama, DNA sama, sifatnya pun sama. Tuhan Yesus sudah merencanakan semua dengan sempurna. Bagi yg terlahir cacat jangan minder, kalau di surga, manusia yg di dunia dalam keadaan cacat nanti di surga rohnya sempurna gak ada cacat. Tuhan Yesus itu baik, pokoknya percaya pasti semuanya aman di tangan Tuhan Yesus.

  • ini jg pengalamanku dl.. sekarang aq sdh dimerdekakan oleh firman Allah amin… mari kita selalu membaca surat cinta Tuhan kpd kita agar kita semakin lebih dalam lagi mengerti maksud dan tujuan Tuhan menciptakan kita..

  • terima kasih utk kesaksiannya yg menguatkan, bagaimana caranya utk bs menjadi penulis ya, tlg diberi bimbingannya, terima kasih

  • Terpujilah namaMu skrang dan sampai slamanya amin

  • Nofendianto Rahmaan

    Terima kasih untuk tulisan yang inspiratif. Sungguh terberkati melaluinya.

  • Hasprita Restia Mangunsong

    dunia selalu melihat rupa.. jangan sama dengan dunia

Bagikan Komentar Kamu!