Meluangkan Waktu

Sabtu, 12 Mei 2018

Meluangkan Waktu

Baca: Lukas 19:1-10

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

19:9 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu. —Lukas 19:5

Meluangkan Waktu

Rima, seorang wanita asal Suriah yang baru-baru ini pindah ke Amerika Serikat, menggunakan gerakan tangan dan bahasa Inggris yang terbatas untuk menjelaskan kekecewaannya kepada tutornya. Air mata mengalir di pipinya saat ia mengangkat sepiring besar fatayer (semacam roti berisi daging, keju, dan bayam) yang telah dibuat dan ditatanya dengan indah. Lalu ia berkata, “Satu orang,” sembari menunjuk pintu rumah ke ruang tamu lalu kembali ke pintu. Tutor itu lalu teringat bahwa ada beberapa orang dari gereja dekat sana yang seharusnya datang mengunjungi Rima dan keluarganya serta membawa sejumlah hadiah untuk mereka. Namun, ternyata hanya satu orang yang datang. Orang itu pun buru-buru masuk, menaruh sekotak barang-barang, lalu keluar begitu saja. Ia sibuk menjalankan tanggung jawabnya, sementara Rima dan keluarganya merasa kesepian dan merindukan suatu komunitas tempat mereka bisa berbagi fatayer dengan teman-teman barunya.

Yesus senang meluangkan waktu-Nya dengan siapa saja. Dia menghadiri perjamuan makan malam, mengajar orang banyak, dan memberikan waktu untuk berinteraksi secara pribadi dengan sejumlah orang. Dia bahkan memutuskan untuk berkunjung ke rumah seorang bernama Zakheus. Si pemungut cukai itu telah memanjat pohon agar dapat melihat Yesus, dan ketika Yesus melihat ke atas, Dia berkata, “Segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu” (Luk. 19:1-9). Hidup Zakheus pun diubahkan selamanya.

Mungkin kita tak selalu bisa meluangkan waktu karena adanya kewajiban-kewajiban lain. Namun ketika dapat melakukannya, kita mendapat kesempatan istimewa untuk menjalin kebersamaan dengan orang lain dan melihat karya Tuhan melalui diri kita. —Anne Cetas

Bagaimana orang lain meluangkan waktunya bersamamu? Bagaimana kamu dapat menunjukkan kasih Yesus kepada seseorang dalam minggu ini?

Mungkin, hadiah terbaik yang dapat kamu berikan kepada orang lain adalah waktumu.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 15-16; Yohanes 3:1-18

Bagikan Konten Ini
37 replies
  1. Firman Hamid
    Firman Hamid says:

    Dalam Nama Tuhan Yesus ,,,! Ajari lah aku untuk Menerima Dan Merasakan Kasih-Mu yang Tak Terbatas Itu Tuhan

  2. Juniarto Kadang
    Juniarto Kadang says:

    waktu tidak pernah bisa diputar kembali. ketika kita bisa menyediakan waktu kita-yang tidak pernah bisa diputar kembali itu-untuk sesama, itulah pemberian terbaik kita bagi mereka. God bless

  3. nistiarni Zebua
    nistiarni Zebua says:

    tersentuh sekali
    dan kembali merenung apakah aku sudah melakukan hal itu
    thanks dan shalom

  4. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Semoga kita dapat meluangkan waktu utk berbagi kasih dengan orang lain ,,,terutama dgn orang2 yg di Panti Asuhan , Gbu

  5. octo
    octo says:

    terima kasih ya Tuhan. jujur sekarang aku entah kenapa tidak tenang tapi Firman-Mu menenangkan dan kembali mengajak untuk merenung… Amin…

  6. agusti lim
    agusti lim says:

    Tuhan, kami ingin menghargai waktu yang Engkau berikan dengan meluangkan waktu kami bagi sesama kami.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *