Gelisah Tak Bisa Tidur

Info

Kamis, 24 Mei 2018

Gelisah Tak Bisa Tidur

Baca: Mazmur 4

4:1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi.Mazmur Daud.

4:2 Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!

4:3 Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Sela

4:4 Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.

4:5 Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela

4:6 Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.

4:7 Banyak orang berkata: “Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?” Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!

4:8 Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.

4:9 Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.

Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, yang membiarkan aku diam dengan aman. —Mazmur 4:9

Gelisah Tak Bisa Tidur

Apa yang membuat kamu terjaga di malam hari? Akhir-akhir ini saya sering kurang tidur dan merasa gelisah di atas tempat tidur karena berusaha mencari solusi atas suatu masalah. Akhirnya saya mulai mengkhawatirkan keadaan saya yang tidak cukup beristirahat dan merasa ragu akan dapat mengatasi tantangan-tantangan yang muncul keesokan harinya!

Kamu pernah mengalami hal serupa? Masalah dalam hubungan, masa depan yang tidak menentu, apa pun itu—pada satu waktu, kita juga pasti digelisahkan oleh rasa khawatir.

Raja Daud merasa sangat tertekan saat menulis Mazmur 4. Orang-orang sedang menjatuhkan reputasinya dengan tuduhan yang tak berdasar (ay.3). Ditambah lagi sejumlah pihak mempertanyakan kemampuannya dalam memimpin (ay.7). Daud mungkin marah karena diperlakukan tidak adil. Tentulah Daud menghabiskan malam-malamnya dengan terus memikirkan segala kesusahan itu. Namun, kita membaca kata-katanya yang luar biasa, “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur” (ay.9).

Charles Spurgeon menjelaskan ayat 9 dengan indah, “Dengan membaringkan diri, . . . [Daud] mempercayakan dirinya kepada Allah; ia pasrah total, ia tidur tanpa terbebani masalah; ada rasa percaya yang sempurna.” Apa yang menginspirasi rasa percaya itu? Dari semula, Daud yakin bahwa Allah akan menjawab doa-doanya (ay.4). Dan Daud yakin bahwa karena Allah telah memilih untuk mengasihinya, Dia juga akan memenuhi segala kebutuhannya dengan sepenuh kasih.

Saat kekhawatiran melanda, kiranya Allah menolong kita beristirahat dalam kuasa dan hadirat-Nya. Dalam tangan kasih-Nya yang berdaulat, kita dapat “membaringkan diri, lalu segera tidur.” —Poh Fang Chia

Bapa, terima kasih karena Engkau mendengarku saat aku berseru. Aku serahkan segala kekhawatiranku kepada-Mu dan bersandar pada kuasa dan kehadiran-Mu.

Kita dapat menyerahkan kekhawatiran kita kepada Allah yang sepenuhnya tepercaya.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 22-24; Yohanes 8:28-59

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

47 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!