Berpegang pada Janji Allah

Minggu, 6 Mei 2018

Berpegang pada Janji Allah

Baca: Yohanes 15:5-8

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. —Yohanes 15:7

Berpegang pada Janji Allah

Saat masih anak-anak, teman saya diyakinkan kakaknya bahwa sebuah payung cukup kuat untuk membuatnya terbang jika ia “percaya saja”. Jadi “dengan iman”, teman saya meloncat dari atap sebuah lumbung hingga akhirnya jatuh tak sadarkan diri dan menderita gegar otak ringan.

Apa yang sudah dijanjikan Allah pasti akan digenapi-Nya. Namun, kita harus yakin bahwa kita berpegang pada firman Allah yang sesungguhnya saat kita mengklaim janji-Nya. Dengan demikian, kita memperoleh jaminan bahwa Allah akan melakukan atau memberikan apa yang dijanjikan-Nya. Iman itu sendiri tidak memiliki kekuatan apa-apa. Iman hanya berdampak apabila dilandaskan pada janji yang gamblang dan jelas dari Allah. Di luar itu, yang ada hanyalah angan-angan belaka.

Contohnya sebagai berikut: Tuhan Yesus berjanji, “Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak” (Yoh. 15:7-8). Ayat-ayat itu tidak menjanjikan bahwa Allah akan menjawab setiap doa yang kita ucapkan. Namun, itu adalah janji bahwa Allah akan menanggapi setiap kerinduan kita untuk memperoleh kebajikan yang disebut Rasul Paulus sebagai “buah Roh” (Gal. 5:22-23) dalam diri kita. Apabila kita sungguh-sungguh merindukan kekudusan dan memintanya kepada Allah, Dia akan memuaskan kerinduan itu. Memang dibutuhkan waktu, karena pertumbuhan rohani terjadi secara bertahap, sama seperti pertumbuhan jasmani. Jangan menyerah. Teruslah meminta kepada Allah untuk menguduskanmu. Pada waktu yang ditentukan-Nya, Kamu “akan menerimanya.” Allah tidak menjanjikan apa yang tidak akan digenapi-Nya. —David H. Roper

Tuhan, terima kasih untuk banyaknya janji-Mu bagi kami dalam firman-Mu. Terima kasih Engkau telah mengutus Roh Kudus-Mu yang memberi kami hikmat.

Kita memiliki Allah yang selalu menepati janji.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 21-22; Lukas 23:26-56

Bagikan Konten Ini
37 replies
  1. agusti lim
    agusti lim says:

    Tuhan, kurindu tinggal di dalamMu, melekat padaMu, agar kami dapat berbuah di dalam hidup ini. kami rela dipangkas agar kami semakin serupa denganMu, bentuklah seturut kehendakMu.

  2. Anita
    Anita says:

    Terima kasih Tuhan Yesus dan tolong kami dalam keseharian kami utk menjalani hidup kami dengan sebaik2nya seturut kehendakMu. Amin.

  3. Yenny
    Yenny says:

    Tuhan terimakasih karena Kau selalu menepati janji Mu seperti matahari yg selalu bersinar di pagi hari. Amin.

  4. Adelani MaireringDuwiri
    Adelani MaireringDuwiri says:

    Amin…Teman2 tolong doakan dan bantu saya dalam iman agar saya dapat diberikan kekuatan dengan segala pencobaan yg ada yang membuat saya hampir menutup diri dari-Nya

  5. Keyko Halapiry
    Keyko Halapiry says:

    aku percaya janjiMu ya dan amin. Trimakasih untuk kasih yang tak berkesudahan itu, Bapa.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *