Wejangan Hikmat

Info

Jumat, 27 April 2018

Wejangan Hikmat

Baca: Amsal 8:10-21

8:10 Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan.

8:11 Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.

8:12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

8:14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.

8:15 Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.

8:16 Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.

8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.

8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.

8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.

8:20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,

8:21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.

Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. —Amsal 8:11

Wejangan Hikmat

Malcolm Muggeridge adalah seorang wartawan dan kritikus sosial yang terkenal dari Inggris. Ia beriman kepada Kristus pada usia 60 tahun. Di ulang tahunnya yang ke-75, ia memberikan 25 butir hasil pengamatannya yang mendalam tentang kehidupan ini. Salah satunya adalah, “Saya tak pernah bertemu seorang kaya yang bahagia, tetapi saya sangat jarang bertemu orang miskin yang tidak ingin menjadi kaya.”

Kebanyakan dari kita tentu setuju bahwa uang tidak akan membuat kita bahagia. Namun menariknya, kita selalu ingin memiliki lebih banyak uang untuk memastikan pendapat kita itu.

Kekayaan bersih Raja Salomo konon berjumlah lebih dari dua triliun dolar AS. Meskipun sangat kaya, ia sadar bahwa uang memiliki banyak keterbatasan. Amsal 8 didasarkan pada pengalamannya dan berisi “Seruan Hikmat” yang ditujukan untuk semua orang. “Hai, umat manusia, kepadamu aku berseru; . . . Yang kukatakan, betul semua” (ay.4,7 bis). “Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan. Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya” (ay.10-11).

Hikmat berkata, “Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka” (ay.19-21).

Itulah kekayaan yang sejati! —David C. McCasland

Tuhan, terima kasih untuk kekayaan hikmat-Mu yang memandu langkah kami hari ini.

Allah memberikan hikmat sebagai kekayaan sejati bagi semua orang yang mencari dan mengikut Dia.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 1-2; Lukas 19:28-48

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

28 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!