Seni Mengampuni

Jumat, 20 April 2018

Seni Mengampuni

Baca: Lukas 15:11-24

15:11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.

15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.

15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.

15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.

15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. —Lukas 15:20

Seni Mengampuni

Suatu sore saya menghabiskan waktu dua jam menikmati pameran seni yang berjudul The Father & His Two Sons: The Art of Forgiveness (Bapa & Dua Putranya: Seni Mengampuni). Semua karya seni yang terpajang di sana berfokus pada perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang (Luk. 15:11-31). Kesan paling kuat saya dapatkan dari lukisan karya Edward Riojas, The Prodigal Son (Anak yang Hilang). Lukisan itu menggambar-kan anak yang hilang itu pulang, memakai baju yang compang-camping, dan berjalan dengan kepala tertunduk. Dengan dunia kematian di belakangnya, anak itu menapaki setapak jalan yang sama dengan yang dilalui sang ayah yang sudah berlari ke arahnya. Di bagian bawah lukisan itu, terdapat perkataan Yesus, “Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan” (ay.20).

Saya sangat tersentuh dan menyadari kembali bagaimana kasih Allah yang tidak berubah telah mengubah hidup saya. Ketika saya menjauh dari-Nya, Dia tidak mengabaikan saya. Dia terus melihat, memperhatikan, dan menanti. Kasih-Nya tidak layak kita terima, meski demikian, kasih itu tidak pernah berubah; kasih-Nya sering kita abaikan, tetapi tidak pernah ditarik-Nya kembali.

Kita semua telah berdosa, tetapi Bapa Surgawi mengulurkan tangan-Nya untuk menyambut kita, sama seperti bapa dalam perumpamaan ini merangkul anaknya yang hilang. “Marilah kita makan dan bersukacita,” kata sang bapa kepada hamba-hambanya. “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” (ay.23-24).

Tuhan masih bersukacita atas orang-orang yang datang kembali kepada-Nya hari ini—dan itu layak untuk dirayakan! —David C. McCasland

Bapa, karena kami telah menerima kasih dan pengampunan-Mu, kiranya kami juga dapat meneruskan kasih itu kepada orang lain dalam nama-Mu.

Kasih Allah tidak layak kita terima, meski demikian, kasih itu tak pernah berubah.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 9-11; Lukas 15:11-32

Bagikan Konten Ini
42 replies
  1. Nursi
    Nursi says:

    Bapa saya sering melupakanmu dan berbuat dosa,tapi Bapa tdk pernah melupakan saya Krn Bapa di sorga pengampun terimakasih Bapa biarkan saya bisa membagikan kebaikanMu kpd org lain,terima kasi Bapa.ampunilah dosa2 saya,Amin.

  2. agusti lim
    agusti lim says:

    dahulu ku tersesat dan terhilang, tapi Engkau menemukanku, kasihMu sungguh ajaib, sungguh luar biasa. Engkau Allah yang setia dan tidak berubah. bahkan tatkala kami tidak setia, Engkau tetap setia. Engkau menyediakan pengampunan bagi kami. ajarkan kami mengasihiMu sebagaimana Engkau terlebih dahulu mengasihi kami. kami hidup bagiMu dan juga sesama.

  3. Yenny
    Yenny says:

    Bapa ampuni segala dosa dan kesalahan kami. Terima kasih buat Kasih dan Setia Mu bagi kami. Amin

  4. wayame
    wayame says:

    Bapa mengampuni dan melupakan kesalahan kita, sementara kita seringkali mengingat-ingat kesalahan org lain kpd kita.
    Ampuni kami ya Tuhan…

  5. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Terimakasih Tuhan Yesus ,,,! Engkau telah mengulurkan Tangan Mu bagi kami org berdosa ini ,,,Tuntun lah kami selalu ya Tuhan agar kami tidak tersesat di perjalanan hidup kami ini ,,amin ,

  6. yumima angeline
    yumima angeline says:

    Selalu baper dan hampir nangis tiap baca kisah anak yang hilang..
    Waktu masih kecil juga suka nangis dan TAKUT waktu dengar lagu nikita “ada ampun bapa bagimu” ..
    karena waktu kecil, aku ngebayangin kalau aku ‘nyasar’ ,gak balik , dan ‘lost’ dari orang tua itu rasanya.. gak tau mesti kemana, gak tau berbuat apa2… Puji Tuhan… SATE kali ini bikin gw ‘throwbackkk’ ke masa kecil gw.. But, firman ini bikin w mikir lagi.. Jika aku HILANG, gak mungkin orang tua aku gak NYARI anaknya itu.. mereka pasti mati2an nyari anaknya SAMPE DAPET!!!!

    Begitu juga dengan Daddy kita yang di Sorga.. Tiap kita bikin dosa dan jauh dari Dia.. Doi duluan yang nyari kita gengsss.. Did U relize? Adam sama Hawa ajah habis bikin dosa, yg nyari duluan siapa???? Tuhan coyyyy… Mereka nya aja yang ngumpetttt…

    Beda kisah dengan anak yang ilang inihh, dia udh KAPOK ABISSSS… Dia balik lagi ke Papinya.. And his Daddy bikin PARTY GEDE2ANNNNN… Lu nyadar gengs kalau kita TOBAT, SORGA PESTAAAAA COYYYY…

    Firman ini sangat mempengaruhi pengertian w tentang TUHAN… GBU gengsss

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *