Jangan Tergesa-gesa

Kamis, 19 April 2018

Jangan Tergesa-gesa

Baca: Yesaya 26:1-4

26:1 Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: “Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng.

26:2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia!

26:3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

26:4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. —Yesaya 26:3

Jangan Tergesa-gesa

“Buanglah jauh ketergesa-gesaan.” Ketika dua teman saya mengulangi pepatah yang bijak dari Dallas Willard tersebut, saya tahu bahwa saya harus sungguh-sungguh memikirkannya. Apakah saya sedang berputar-putar tanpa arah sambil membuang-buang waktu dan energi? Yang lebih penting dari itu, apakah saya sedang tergesa-gesa dan tidak lagi mencari pimpinan dan pertolongan Allah? Berminggu-minggu setelah itu, bahkan berbulan-bulan kemudian, saya masih teringat pada pepatah itu dan mengarahkan kembali diri saya kepada Tuhan dan hikmat-Nya. Saya mengingatkan diri saya untuk lebih mempercayai-Nya daripada bersandar kepada pengertian saya sendiri.

Lagipula, tergesa-gesa dalam kepanikan sepertinya berlawanan dengan “damai sejahtera” yang sempurna, sebagaimana disebutkan oleh Nabi Yesaya. Tuhan mengaruniakan damai itu kepada mereka “yang hatinya teguh” karena mereka percaya kepada-Nya (ay.3). Dan Tuhan memang layak untuk dipercaya—hari ini, besok, dan sampai selamanya—karena “Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal” (ay.4). Mempercayai Allah dengan pikiran yang terpusat kepada-Nya merupakan obat yang manjur bagi hidup yang tergesa-gesa.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga merasa tergesa-gesa hingga pontang-panting dalam menjalani hidup ini? Atau sebaliknya, kita sering mengalami damai sejahtera. Atau mungkin kita sedang berada di antara kedua pengalaman tersebut.

Apa pun keadaan kita, hari ini saya berdoa agar kita dapat membuang jauh ketergesa-gesaan dengan mempercayai Tuhan, yang tidak akan pernah mengecewakan kita dan yang mengaruniakan damai sejahtera-Nya kepada kita. —Amy Boucher Pye

Tuhan Allah, Engkau memberikan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Ajar aku untuk tidak menyia-nyiakan pemberian-Mu itu. Terima kasih.

Damai sejahtera Allah menolong kita untuk tidak tergesa-gesa.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 6-8; Lukas 15:1-10

Bagikan Konten Ini
37 replies
  1. sol
    sol says:

    damai sejahtera Allah itu memang benar2 melampaui segala akal.. ajar aku utk selalu sabar menekuni hidup ini Bapa dgn selalu berpengharapan kpd-Mu saja, tidak pd manusia.. amin..

  2. Andy Hartanto
    Andy Hartanto says:

    Terima kasih dari team Warungsatekamu sudah memberikan santapan rohani setiap harinya !
    Thank you Jesus !!

  3. agusti lim
    agusti lim says:

    Tuhan, seringkali kami melangkah dengan kekuatan sendiri, kami seringkali mengambil keputusan secara tergesa-gesa. kami tak melibatkanMu di dalam setiap keputusan hidup kami. kami sering mengabaikanMu dan tak percaya padaMu, hidup di luar kehendakMu. Ampuni kami Tuhan, kami rindu berjalan bersamaMu, mendengar suaraMu, melakukan kehendakMu. Biarlah damai sejahteraMu menyertai hidup kami. Amin…….

  4. yuyun
    yuyun says:

    Trima kasih Bapa, Benar Firman-Mu yaitu Damai Sejahtra Allah melampaui segala akal, ajar kami untuk berbuat sesuai kehendakMu dengan tdk tergesa-gesa. Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *