Hanya Sedetik

Senin, 16 April 2018

Hanya Sedetik

Baca: Mazmur 39:5-7

39:5 “Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

39:6 Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela

39:7 Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.

Tuhan, . . . betapa pendek hidupku. —Mazmur 39:5 BIS

Hanya Sedetik

Para ilmuwan cukup cerewet jika menyangkut soal waktu. Pada akhir 2016, para ilmuwan di Goddard Space Flight Center di Maryland, Amerika Serikat, menambahkan satu detik pada tahun itu. Jadi, jika kamu merasa tahun itu berjalan sedikit lebih lama dari biasanya, kamu tidak salah.

Mengapa mereka melakukan penambahan waktu itu? Karena rotasi bumi melambat dari waktu ke waktu, tahun demi tahun pun berjalan sedikit lebih lama. Ketika para ilmuwan melacak keberadaan benda-benda buatan manusia yang diluncurkan ke luar angkasa, mereka harus memastikan pengukurannya sangat akurat hingga hitungan milidetik. Itu dilakukan “untuk memastikan bahwa program yang kami buat untuk menghindari terjadinya tabrakan benar-benar akurat,” tutur salah seorang ilmuwan.

Tambahan atau pengurangan sedetik seperti itu rasanya tidak terlalu berpengaruh bagi sebagian besar dari kita. Namun, menurut Kitab Suci, waktu yang kita miliki dan bagaimana kita menggunakannya sangatlah penting. Misalnya, Paulus mengingatkan kita di 1 Korintus 7:29 bahwa waktu itu singkat. Waktu yang kita miliki untuk melakukan pekerjaan Allah sangat terbatas, karena itu kita harus memanfaatkannya dengan bijak. Paulus mendorong kita untuk menggunakan “sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada . . . , karena masa ini adalah masa yang jahat” (Ef. 5:16 bis).

Itu tidak berarti bahwa kita harus menghitung detik demi detik yang berlalu seperti yang dilakukan oleh para ilmuwan itu. Namun jika kita menyadari betapa pendeknya masa hidup kita (Mzm. 39:5 bis), kita dapat diingatkan kembali tentang pentingnya menggunakan waktu yang ada dengan bijaksana. —Dave Branon

Tuhan, terima kasih atas setiap waktu yang Engkau berikan kepada kami. Kiranya kami senantiasa menghormati-Mu dengan menggunakan waktu-waktu pemberian-Mu secara bijaksana untuk menghormati dan memuliakan-Mu.

Jangan sekadar menghabiskan waktu, tetapi manfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 30-31; Lukas 13:23-35

Bagikan Konten Ini
46 replies
  1. Nursi
    Nursi says:

    Tuhan saya mengucap syukur kpdMu masih memberi waktu pd saya untuk memuji dan memuliakan namaMu terimakasih banyak Tuhan terpujilah namaMu sampai se-lama2 Amiin.

  2. risma simbolon
    risma simbolon says:

    Amin, tks Tuhan atas berkatMu. Beri aku hikmat untuk mampu menggunakan waktuku sebaik-baiknya.

  3. Gigi Yanti Habeahan
    Gigi Yanti Habeahan says:

    Amin. Tuhan ajar kami untuk mempergunakan waktu kami sebaik baiknya. dan agar semua yang kamu lakukan sesuai dengan keinginan Mu Bapa. Amin.

  4. Alvin Jonathan
    Alvin Jonathan says:

    Tuhan bantulah saya agar saya bisa menggunakan waktu yang sudah Engkau beri secara bijak. Amin

  5. Joshua Michael
    Joshua Michael says:

    Ya Tuhan, aku mau menikmati dan memanfaatkan setiap waktu yang Kau berikan padaku..
    Amin

  6. agusti lim
    agusti lim says:

    ajar kami Tuhan menghitung hari-hari hingga kami beroleh hati bijaksana karena kami tahu hidup itu singkat dan keabadian itu panjang.

  7. ien g
    ien g says:

    bukan berbicara waktu inih sangat singkat tetapi dengan waktu yang kita miliki bagaimana cara kita memanfaatkannya..

  8. Vicky Nainggolan
    Vicky Nainggolan says:

    Tuhan semakin hari aku semakin malas dan merasa melupakan Tuhan. ini yg ku takutkan kehilangan iman. Tetapi Tuhan mengingatkan lagi untuk selalu memanfaatkan waktu dgn sebaik mungkin. memuji dan menyembah nama Tuhan

  9. Mey Manullang
    Mey Manullang says:

    hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani tuhan, jangan sia-siakan, apa yang Tuhan bri, hidup kita harus jadi berkat.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *