Dihina karena Semua Dosa Kita

Info

Minggu, 1 April 2018

Dihina karena Semua Dosa Kita

Baca: Yesaya 53:3-12

53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.

53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. —Yesaya 53:12

Dihina karena Semua Dosa Kita

Susannah Cibber dikenal luas pada abad ke-18 karena bakatnya sebagai penyanyi. Namun, ia juga terkenal karena masalah-masalah dalam pernikahannya. Itulah sebabnya ketika oratorio karya Handel yang berjudul Messiah (Mesias) pertama kali ditampilkan di Dublin pada April 1742, banyak penonton mengecam keterlibatan Cibber sebagai solois dalam pertunjukan tersebut.

Dalam pertunjukan perdananya, Cibber bernyanyi tentang Sang Mesias: “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan” (Yes. 53:3). Kata-kata tersebut begitu menyentuh hati Pdt. Patrick Delany hingga ia langsung berdiri dan berkata, “Ibu, karena semua itu dosa-dosamu dapat diampuni!”

Hubungan antara Susannah Cibber dan tema dari Messiah karya Handel itu sangat jelas. “Seorang yang penuh kesengsaraan”—Yesus, Sang Mesias—“dihina dan dihindari orang” karena dosa. Nabi Yesaya berkata, “Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul” (ay.11).

Hubungan antara Sang Mesias dan kita juga sama jelasnya. Baik kita berada di pihak Susannah Cibber atau di pihak para penonton yang mengecamnya, bagaimanapun keadaan kita, kita semua perlu bertobat dan menerima pengampunan Allah. Melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Yesus telah memulihkan hubungan kita dengan Allah Bapa.

Karena semua itu—karena semua yang telah Yesus lakukan, seluruh dosa kita dapat diampuni. —Tim Gustafson

Bapa di surga, kami semua membutuhkan pengampunan-Mu. Kami sungguh mengagumi Anak-Mu, Yesus, yang telah dihina dan dihindari karena dosa-dosa kami. Terima kasih karena Tuhan Yesus telah datang ke dunia 2.000 tahun yang lalu sehingga kami dapat mengenal-Mu sekarang.

Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. —Wahyu 19:6

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-Hakim 13-15; Lukas 6:27-49

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

39 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!