Takkan Tumbang

Info

Kamis, 1 Maret 2018

Takkan Tumbang

Baca: Matius 6:25-34

6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? —Matius 6:27

Takkan Tumbang

Sebagai orang kelahiran California, wilayah yang selalu disinari matahari, saya tidak menyukai cuaca dingin. Namun, saya sangat suka melihat foto-foto salju yang indah. Saya senang ketika teman saya mengirimkan foto sebatang pohon muda yang terlihat dari jendela kamarnya di musim dingin. Kekaguman saya berubah menjadi kesedihan saat melihat dahan-dahan pohon itu merunduk karena dibebani butiran-butiran es yang berat.

Berapa lama dahan-dahan itu dapat bertahan sebelum tumbang oleh beban es yang berat? Beban berat pada dahan-dahan itu mengingatkan saya pada perasaan khawatir yang sering membebani hati dan pikiran saya.

Yesus baru saja menegaskan bahwa harta yang terbesar tidaklah bersifat duniawi dan sementara. Dia lalu mendorong kita untuk melepaskan segala kekhawatiran yang menggelisahkan kita. Allah Bapa, Pencipta dan Pemelihara alam semesta ini, mengasihi anak-anak-Nya dan selalu memenuhi kebutuhan mereka. Karena itu, kita tidak perlu menghabiskan waktu dengan terus-menerus merasa khawatir. Allah tahu segala kebutuhan kita dan akan memelihara kita (Mat. 6:19-32).

Allah juga tahu bahwa adakalanya kita digoyahkan oleh perasaan khawatir. Dia meminta kita untuk mencari-Nya terlebih dahulu, mempercayai penyertaan dan pemeliharaan-Nya di masa sekarang, dan menjalani hidup dengan iman dari hari ke hari (ay.33-34).

Dalam kehidupan ini, kita pasti akan menghadapi masalah-masalah yang berat dan ketidakpastian yang dapat membuat kita berputus asa. Mungkin adakalanya kita juga digoyahkan oleh beban kekhawatiran. Namun ketika kita mempercayai Allah, kekhawatiran itu tidak akan menumbangkan kita. —Xochitl Dixon

Tuhan, terima kasih karena Engkau meyakinkan kami untuk tidak khawatir karena Engkau senantiasa memenuhi kebutuhan-kebutuhan kami yang terdalam.

Kekhawatiran takkan menumbangkan kita ketika kita mempercayai Allah, Sumber segala hal yang baik.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 23-25; Markus 7:14-37

Desain gambar oleh WarungSaTeKaMu & Oei Kristina

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

61 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!