Karunia Allah bagi Kita

Info


Dari Minggu Palem sampai Minggu Paskah, kita menelusuri jejak perjalanan Yesus yang membawa-Nya ke atas kayu salib. Kita mungkin sudah sering mendengar kisah ini berulang kali, namun kisah ini sesungguhnya adalah kisah yang sangat penting. Ini adalah kisah yang berbicara tentang kasih Allah yang luar biasa bagi umat-Nya dan betapa besar pengorbanan-Nya demi menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Biarlah kita tidak menganggap ini sebagai kisah yang klise. Lihatlah momen terpenting dalam sejarah ini dengan cara pandang yang baru. Mari kita berfokus pada yang terutama, yaitu Yesus, karunia Allah bagi kita.

MINGGU PALEM: Persiapkan jalan bagi Tuhan

“Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!” (Markus 11:9-10)

Seminggu sebelum Minggu Paskah, Yesus disambut masuk ke dalam kota Yerusalem dengan daun-daun palem dan pakaian yang mereka hamparkan di jalan. Mereka merayakan Yesus sebagai Juruselamat dan Raja. Kiranya kisah ini mengingatkan kita juga untuk membuka hati kita dan bersujud di hadapan Yesus, Juruselamat dan Raja kita.

KAMIS PUTIH: Lakukan ini untuk mengingat akan Aku

Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.” (Lukas 22:19-20)

Pada malam Dia dikhianati, Yesus memecahkan roti, menuangkan anggur, dan membasuh kaki murid-murid-Nya, sebagai tanda bahwa tubuh-Nya diremukkan, darah-Nya dicurahkan, dan kasih pengorbanan-Nya dinyatakan bagi kita. Kini, kita mengambil bagian dalam perjamuan kudus, menyatakan kematian-Nya dan mengingat pengorbanan-Nya yang amat mahal bagi kita di kayu salib. Apakah hati kita dipenuhi dengan ucapan syukur dan pujian kepada Pribadi yang memberi hidup-Nya agar kita dapat hidup?

JUMAT AGUNG: Melalui Kristus, kita mempunyai akses kepada Allah

Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (Roma 5:2)

Segera setelah Yesus menghembuskan napas terakhirnya dan menyerahkan roh-Nya di kayu salib, tirai bait suci robek menjadi dua, dari atas ke bawah. Kematian-Nya membayar lunas segala utang dosa kita, dan memberi kita akses langsung untuk datang kepada Allah. Hanya melalui Yesus, ada jalan bagi kita untuk bertemu Bapa, untuk dipersatukan kembali dengan-Nya. Oleh karena itu, marilah kita mengingatnya setiap kali kita mengaku dosa, memuji Tuhan, dan memohonkan doa-doa kita.

SABTU SUNYI: Mahkota Duri

Yesus rela menanggung rasa sakit, malu, dan ejekan bagi kita. Dia mengenakan mahkota duri yang tidak pantas diterima-Nya. Untuk semua yang telah Dia lakukan, maukah kamu bertekun dalam menghadapi penganiayaan bagi-Nya dan berdiri tanpa malu untuk Injil?

SABTU SUNYI: Paku

Dosa kitalah yang membuat-Nya terpaku di kayu salib. Namun, lubang di tangan dan kakinya membuat kita menjadi utuh. Dosa apa yang ingin kamu pakukan di kayu salib sehingga kamu dapat dipulihkan untuk menjalani kehidupan yang berkelimpahan seperti yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang taat kepada-Nya?

SABTU SUNYI: Tulisan

“Raja Orang Yahudi”: Itu adalah tanda yang dibuat untuk mengejek-Nya. Meski ironis, tetapi sesungguhnya itu adalah kebenaran yang tepat. Hari ini, Yesus bukan hanya raja orang Yahudi, tetapi juga Raja atas orang-orang bukan Yahudi, yaitu kita semua. Sudahkah kamu memberi Dia tempat yang layak di hatimu sebagai Raja?

SABTU SUNYI: Salib

Dulunya salib adalah metode untuk menghukum para penjahat, tetapi sekarang menjadi simbol penebusan dan anugerah. Karena Kristus, arti salib telah berubah selamanya. Dengan mengetahui bahwa penebusan melalui pengorbanan Putra-Nya itu telah Allah rencanakan sejak kejatuhan manusia, bagaimana tidak kita menanggapinya dalam penyembahan dan pemujaan kepada-Nya?

MINGGU PASKAH: Tanpa kebangkitan-Nya, iman kita adalah percuma.

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan (1 Petrus 1:3).

Ini bukan lelucon April Mop bahwa Yesus hidup hari ini! Kekalahan-Nya dari kematian membuktikan siapa diri-Nya yang Dia klaim: Tuhan. Kebangkitan-Nya membuktikan kuasa Allah yang luar biasa. Kemenangan-Nya membuktikan bahwa Dia menyatakan apa yang dijanjikan-Nya. Dan Dia telah berjanji untuk datang ke dunia ini untuk kedua kalinya. Janji harapan yang mulia ini layak menjadi dasar hidup kita. Mari kita melayani Dia dalam kasih dan ketaatan sambil menunggu dengan penuh pengharapan akan kedatangan-Nya kembali.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Aku & Allah: Perjalanan untuk Bertumbuh Semakin Mengenal-Nya, Ruang Seni Kamu, Tema 2018

3 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!