Bisikan

Sabtu, 17 Maret 2018

Bisikan

Baca: Efesus 4:22-32

4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,

4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu. —Efesus 4:29

Bisikan

Seorang pemuda terlihat gelisah saat hendak duduk di pesawat. Matanya memandang bolak-balik ke arah jendela pesawat. Kemudian ia memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya, tetapi upayanya itu tidak membuahkan hasil. Ketika pesawat tinggal landas, ia pun mengayun-ayunkan tubuhnya maju-mundur dengan perlahan. Seorang wanita tua yang duduk di seberang lorong menyentuh lengan pemuda itu dan dengan lembut mengajaknya berbincang-bincang agar perhatian pemuda itu teralihkan dari kegelisahannya. Wanita itu berbisik kepadanya, seperti “Siapa namamu?” “Dari mana asalmu?” “Kita akan baik-baik saja,” dan “Kamu hebat.” Ia bisa saja terusik dengan sikap pemuda itu atau bahkan mengabaikannya. Namun, wanita itu memilih untuk menyentuh dan menyapanya. Hal-hal kecil. Ketika mereka mendarat tiga jam kemudian, pemuda itu berkata, “Terima kasih karena Ibu telah menolong saya.”

Gambaran indah tentang kemurahan hati seperti itu bisa jadi sudah jarang ditemukan. Kebaikan bukanlah sesuatu yang timbul secara wajar bagi sebagian besar dari kita; kita lebih sering memusatkan perhatian kepada diri kita sendiri. Namun saat Rasul Paulus menasihati, “Hendaklah kalian baik hati dan berbelaskasihan seorang terhadap yang lain” (Ef. 4:32 BIS), ia tidak bermaksud mengatakan bahwa itu semua tergantung kepada kita semata. Sesudah kita menerima hidup baru melalui iman kepada Yesus, Roh Kudus mulai bekerja untuk mengubah kita. Kebaikan merupakan karya Roh Kudus yang terus-menerus dilakukan untuk memperbarui pikiran dan tingkah laku kita (ay.23).

Allah, Sang Sumber Belas kasihan, sedang bekerja di dalam hati kita dan memampukan kita meneruskan belas kasihan itu kepada orang lain melalui sentuhan dan kata-kata yang menguatkan mereka. —Anne Cetas

Tuhan, pakailah aku hari ini untuk memberikan pengharapan, meringankan beban, dan menguatkan semangat orang lain.

Berbelaskasihan berarti memahami kesulitan orang lain dan bersedia menolongnya.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 30-31; Markus 15:1-25

Desain gambar oleh WarungSaTeKaMu & Priska Sitepu

Bagikan Konten Ini
30 replies
  1. Domianus Fieldo
    Domianus Fieldo says:

    Puji Tuhan, firmam ini memberikan pengharapan kepada saya, supaya saya murah hati kepada orang lain sama seperti ibu itu yg murah hati menolong pemuda itu. karena itu Hendaklah kalian baik hati dan berbelaskasihan seorang terhadap yang lain” (Ef. 4:32 BIS), ia tidak bermaksud mengatakan bahwa itu semua tergantung kepada kita semata. semoga kita semua sama sama dipakai oleh Tuhan kita Yesus Ktistus.
    Aminnnnn
    God Bless

  2. agusti lim
    agusti lim says:

    Tuhan, jadikan kami berkat dimanapun kami berada, memiliki hati yang berbelas kasih. dimana ada dukacita kami bisa membagikan sukacita, dimana ada orang kekurangan kami dapat mengulurkan tangan kami untuk menolong. ajar kami tidak menjadi orang yang apatis, tapi memiliki kepedulian yang tinggi kepada sesama kami. amin.

  3. Asrial Samaloisa
    Asrial Samaloisa says:

    Ini sudah mulai langka di tengah org pada sibuk dengan gedget nyaa masing-masing. Tapi Kita sebagai anakNya mesti berbeda.. Sangat memberkati sekarang. Haleluya

  4. Nursi
    Nursi says:

    Bapa yg baik terima terimakasih saya ucapkan pagi ini firman mu ini mengingatkan saya unk selalu berbuat baik sama org lain

  5. Dumaria Manurung
    Dumaria Manurung says:

    Amin , trimksh Tuhan mngingatkn sy spy saling mngasihi n tlng mnolong terhadap sesama. terpujilah Tuhan , haleluya…

  6. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Kuat kan aku Tuhan ,,,apabika aku marah ,,,kiranya janganlah sampai berbuat Dosa ,,amin ,,Gbu

  7. Evelinee Natalie
    Evelinee Natalie says:

    Step2 untuk hidup sebagai manusia baru :
    1. Terbuka dgn komunitas [ef 4: 25]
    2. Bertobat dan tahan uji [ef 4:26]
    3. Metanoia [ef 4:27-30]
    Berbalik 180 derajat dan berjalan dlm kebenaran. Melakukan apa yang menjadi kebalikan dr dosa yg kita lakukan (ex: kita suka berkata kasar, maka lakukanlah yg sebaliknya berkata2lah dgn lemah lembut dn kata2 yg memberkati)
    4. Do extra miles [ef 4:28]
    5. Setia [ef 4: 30-31]

  8. Vicky Nainggolan
    Vicky Nainggolan says:

    Tuhan terima kasih untuk kasih setia Mu. Engkau selalu mengirimkan penghiburan melalui banyak hal disekitarku. tak Kau biarkan aku berdiam sendiri dan merenungkan diri, tetapi Engkau mendatangkan kebaikan terhadapku. Terima Kasih Tuhan untuk pengasihanMu.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *