Berharga di Mata Allah

Info

Sabtu, 3 Maret 2018

Berharga di Mata Allah

Baca: Kejadian 1:26-31

1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.

1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. —1 Yohanes 4:11

Berharga di Mata Allah

Namanya David, tetapi kebanyakan orang menyebutnya “pemain biola jalanan”. David adalah seorang pria tua lusuh yang senantiasa tampil di tempat-tempat keramaian di kota kami untuk menghibur orang-orang yang lalu-lalang dengan permainan biolanya yang istimewa. Sebagai apresiasi terhadap permainan musiknya, terkadang para pendengar menaruh uang di dalam kotak biola yang terbuka di atas trotoar di depan mereka. David pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya untuk berterima kasih seraya terus memainkan biolanya.

Belum lama ini David meninggal dunia dan berita kematiannya muncul di surat kabar setempat. Dari situ terungkap bahwa David fasih berbicara dalam sejumlah bahasa, seorang lulusan dari universitas ternama, bahkan pernah mencalonkan diri sebagai anggota senat untuk negara bagiannya bertahun-tahun lalu. Sejumlah orang pun terkejut saat mengetahui prestasi hidup David, karena mereka telah menilai David hanya berdasarkan penampilannya.

Alkitab mengatakan bahwa “Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya” (Kej. 1:27). Hal itu menyingkapkan suatu nilai mulia yang melekat dalam setiap diri kita, terlepas dari bagaimana penampilan kita, apa pun pencapaian kita, atau apa pun yang dipikirkan orang lain tentang kita. Bahkan ketika kita sudah memilih untuk menjauhi Allah dalam dosa-dosa kita, kita begitu berharga di mata-Nya hingga Dia mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menunjukkan kepada kita jalan menuju keselamatan dan kekekalan bersama-Nya.

Kita sangat dikasihi Allah, dan orang-orang di sekitar kita sangatlah berharga di mata-Nya. Kiranya kita mengungkapkan kasih kita kepada-Nya dengan membagikan kasih-Nya itu kepada orang lain. —James Banks

Bapa Surgawi, terima kasih untuk kasih-Mu yang sangat indah bagiku. Aku berdoa agar orang lain bisa melihat kasih-Mu lewat perkataan dan perbuatanku hari ini.

Kasih Allah diberikan-Nya untuk kita bagikan.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 28-30; Markus 8:22-38

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

46 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!