Berfokus pada Keajaiban Alam

Info

Jumat, 16 Maret 2018

Berfokus pada Keajaiban Alam

Baca: Ayub 38:1-18

38:1 Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:

38:2 “Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan?

38:3 Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.

38:4 Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!

38:5 Siapakah yang telah menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya? —Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya?

38:6 Atas apakah sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya

38:7 pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?

38:8 Siapa telah membendung laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim? —

38:9 ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya;

38:10 ketika Aku menetapkan batasnya, dan memasang palang dan pintu;

38:11 ketika Aku berfirman: Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan!

38:12 Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari atau fajar kautunjukkan tempatnya

38:13 untuk memegang ujung-ujung bumi, sehingga orang-orang fasik dikebaskan dari padanya?

38:14 Bumi itu berubah seperti tanah liat yang dimeteraikan, segala sesuatu berwarna seperti kain.

38:15 Orang-orang fasik dirampas terangnya, dan dipatahkan lengan yang diacungkan.

38:16 Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan melalui dasar samudera raya?

38:17 Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat?

38:18 Apakah engkau mengerti luasnya bumi? Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu.

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! —Roma 11:36

Berfokus pada Keajaiban Alam

Sebagian dari kita cenderung memandang dunia ini dan hanya melihat segala keburukannya. DeWitt Jones, seorang fotografer dari majalah National Geographic, menggunakan profesinya untuk merayakan keindahan dunia ini. Ia menunggu dan mengamat-amati dengan sabar sampai seberkas cahaya atau suatu perubahan pada sudut pandang tiba-tiba menyingkapkan keajaiban yang selama ini memang terdapat di sana. Dengan kameranya, ia dapat menemukan keindahan dalam diri manusia dan alam yang terlihat paling biasa sekalipun.

Kalau ada seseorang yang mempunyai alasan untuk berfokus pada segala keburukan dari dunia ini, Ayublah orangnya. Setelah ia kehilangan semua hal yang pernah menyukakan hatinya, teman-temannya sendiri mendakwa dan menjatuhkannya. Mereka serentak menuduh bahwa Ayub tidak mau mengakui dengan jujur bahwa ia menderita karena dosa-dosa yang disembunyikannya. Ketika Ayub berseru kepada Allah untuk menolongnya, Allah tetap diam.

Akhirnya, dari tengah-tengah pusaran angin dan kelamnya badai, Allah menjawab Ayub dan memintanya untuk merenungkan keajaiban-keajaiban alam yang mencerminkan hikmat dan kuasa Allah yang jauh melampaui hikmat dan kuasa kita sendiri (Ayb. 38:2-4).

Apakah Allah meminta kita melakukan hal yang sama? Apakah Dia meminta kita memperhatikan lebih dalam sesuatu yang kita jumpai sehari-hari, seperti cara hidup anjing, gerak-gerik kucing, daun yang bergoyang, atau setangkai rumput? Dapatkah seberkas cahaya, atau perubahan pada sudut pandang, menyingkapkan bagi kita—bahkan di tengah penderitaan kita—pikiran dan hati Allah Sang Pencipta yang selama ini telah setia menyertai dan menopang kita? —Mart DeHaan

Bapa di surga, banyak waktu kami habiskan hanya untuk memikirkan segala sesuatu yang salah dan buruk dengan dunia ini. Tolong kami untuk melihat bukti kehadiran-Mu dalam keajaiban dari karya ciptaan-Mu sendiri.

Di dalam alam terdapat keajaiban yang takkan lekang oleh waktu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 28-29; Markus 14:54-72

Desain gambar oleh WarungSaTeKaMu & Steven Mink

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

26 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!