Terhilang lalu Ditemukan

Info

Rabu, 28 Februari 2018

Terhilang lalu Ditemukan

Baca: Lukas 15:1-9

15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.

15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

15:4 “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

15:5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,

15:6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.

15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

15:8 “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?

15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.

Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. —Lukas 15:6

Terhilang lalu Ditemukan

Saya dan istri menjadi panik saat menyadari bahwa ibu mertua saya menghilang ketika ia sedang berbelanja dengan seorang saudara. Ingatan Ibu kurang baik, dan kami tidak tahu apa yang sedang dilakukannya. Apakah ia berputar-putar di pasar itu, atau justru menaiki bus untuk pulang ke rumah? Saat mencarinya, kami sudah memikirkan kemungkinan yang terburuk, sambil berseru kepada Allah dalam hati, “Tolonglah kami menemukannya.”

Berjam-jam kemudian, ibu mertua saya ditemukan sedang berjalan kepayahan di jalan yang bermil-mil jauhnya. Kami sungguh bersyukur dapat menemukannya kembali. Beberapa bulan kemudian, kami kembali bersyukur, karena pada usianya yang ke-80, beliau menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Saat membandingkan manusia dengan domba yang hilang, Yesus memberikan ilustrasi berikut: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, . . . ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan” (Luk. 15:4-6).

Para gembala biasa menghitung domba mereka untuk memastikan jumlah domba sudah lengkap. Sama seperti Yesus, yang menyamakan diri-Nya seperti gembala, menghargai setiap dari kita, tua maupun muda. Saat kita mengarungi hidup ini, mencari-cari makna dan tujuan hidup kita, selalu ada kesempatan untuk berbalik kepada Kristus. Allah rindu kita mengalami kasih dan berkat-Nya. —Leslie Koh

Tuhan, Engkau mencari dan menemukan kami. Kami bersyukur Engkau menjadikan kami milik-Mu.

Ajaib benar anug’rah-Nya! . . . Dahulu ‘ku hilang, kini ditemukan. —John Newton

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 20-22; Markus 7:1-13

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

40 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!