Dasar yang Teguh

Minggu, 25 Februari 2018

Dasar yang Teguh

Baca: Yesaya 33:2-6

33:2 TUHAN, kasihanilah kami, Engkau kami nanti-nantikan! Lindungilah kami setiap pagi dengan tangan-Mu, ya, selamatkanlah kami di waktu kesesakan!

33:3 Waktu mendengar suara gemuruh ketika Engkau bangkit, larilah bangsa-bangsa dan berceraiberailah suku-suku bangsa.

33:4 Orang mengumpulkan jarahan seperti belalang pelahap menelan makanannya; mereka menyerbunya seperti serbuan kawanan belalang.

33:5 TUHAN tinggi luhur, sebab Ia tinggal di tempat tinggi; Ia membuat Sion penuh keadilan dan kebenaran.

33:6 Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.

[Tuhan] memberi keamanan kepada umat-Nya. Harta yang menyelamatkan mereka adalah kebijaksanaan dan pengetahuan serta hormat kepada Tuhan. —Yesaya 33:6 BIS

Dasar yang Teguh

Selama bertahun-tahun, penduduk di kota kami telah membangun dan membeli rumah di wilayah-wilayah yang rawan longsor. Banyak di antara mereka tahu risiko tinggal di atas tanah yang tidak stabil, sementara yang lainnya tidak diberi tahu. “Selama 40 tahun para ahli geologi telah memberikan peringatan dan peraturan tata kota telah disusun untuk memastikan pembangunan rumah di tempat yang aman” tetapi semua itu tidak pernah diterangkan, bahkan diabaikan (Harian The Gazette, Colorado Springs, 27 April 2016). Memang pemandangan dari rumah-rumah di sana sangat indah, tetapi tanah di bawah rumah-rumah itu mengandung ancaman bencana yang sangat besar.

Bangsa Israel kuno telah mengabaikan peringatan Allah untuk meninggalkan penyembahan berhala dan mencari Dia, Allah yang benar dan yang hidup. Perjanjian Lama mencatat akibat yang menyedihkan dari ketidaktaatan mereka. Namun, sekalipun hidup mereka telah hancur, Allah masih senantiasa memanggil kembali umat-Nya dengan pesan pengampunan dan pengharapan, apabila mereka mau berpaling kepada-Nya dan mengikuti jalan-Nya.

Nabi Yesaya mengatakan, “[Tuhan] memberi keamanan kepada umat-Nya. Harta yang menyelamatkan mereka adalah kebijaksanaan dan pengetahuan serta hormat kepada Tuhan” (Yes. 33:6 bis).

Hari ini, seperti pada Perjanjian Lama, Allah memberi kita pilihan: dasar apa yang akan digunakan untuk membangun hidup kita. Kita dapat mengikuti keinginan sendiri, atau sebaliknya, menerima prinsip-prinsip kekal dari Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab dan di dalam diri Yesus Kristus. “Pada Kristus Batu karang ‘ku berdiri tegak teguh, landasan lain hancur luluh” (Edward Mote, KPPK no. 389). —David C. McCasland

Bapa kami di surga, kami mengakui bahwa Engkaulah dasar kami yang teguh. Engkaulah perlindungan dan pengharapan kami yang sejati.

Tuhanlah dasar yang kuat bagi hidup kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 12-14; Markus 5:21-43

Facebooktwitterreddit

35 replies
  1. Lazarus Lukas
    Lazarus Lukas says:

    Batu Karang Yang Teguh (37a) – Kidung Jemaat

    Batu karang yang teguh
    Kau tempatku berteduh
    Kar’na dosaku berat
    Dan kuasanya menyesak
    Oh bersihkan diriku
    Oleh darah lambungMu

    Walau aku berjerih
    Dan menangis tak henti
    Apapun usahaku
    Tak menghapus dosaku
    Hanya oleh kurbanMu
    Kaus’lamatkan diriku

    Tiada lain kupegang
    Hanya salib dan iman
    Dalam kehampaanku
    Kudambakan rahmatMu
    Tanpa Dikau, Tuhanku
    Takkan hidup jiwaku

    Bila tiba saatnya
    Kutinggalkan dunia
    Dan Kaupanggil diriku
    Ke hadapan takhtaMu
    Batu Karang yang teguh
    Kau tempatku berteduh

    baca judulnya jadi ingat lagu ini, iman itu ibarat longsor. kalau ada bangunan yg di bangun di bawah tanah yg sering longsor pasti pemilik rumah takut suatu hari nanti tanah dibawahnya akan longsor dan menghancurkan rumah itu. Tapi, kalau pemilik rumah belajar ilmu geoteknik dan memperbaiki pondasi serta membangun tembok penahan tanah pasti rumah orang tersebut akan aman dari longsor. Seperti itu jugalah iman, iman itu harus punya dasar yg teguh, maka itu belajarlah cari iman itu, karena apapun masalah yg kita hadapi ketika iman itu kita pegang maka tangan Tuhan Yesus akan berkerja buat kita. Kematian yg begitu menyakitkan saja ketika kita punya iman yg teguh bisa terasa tenang, karena Tuhan Yesus sendiri yg membawa anak-anakNya ke sorga ketika iman itu telah dimiliki dirinya, maka itu kejarlah iman karena iman yg teguh mampu mengalahkan kuasa maut. Tujuan Pelayan Tuhan itu satu supaya manusia berhasil memiliki pengharapan, iman dan kasih. Bukan uang, harta ataupun kehormatan. Jika banyak manusia yg berhasil memiliki iman yg sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus maka sukseslah Pelayan Tuhan itu, jika banyak manusia yg tidak memiliki iman dan tidak mengerti kehendak Tuhan Yesus maka gagallah pelayan Tuhan tersebut. Semoga semakin hari kita semakin memiliki iman yg teguh. Selamat hari minggu dan selamat beribadah bersekutu dan memuji Tuhan Yesus. Amin

  2. agusti lim
    agusti lim says:

    Tuhan….kuingin menjadikan Engkau prioritas utama di dalam hidupku. biarlah iman kami didirikan di atas dasar yang benar dan kami berpegang teguh kepada firmanMu.

  3. Domianus Fieldo
    Domianus Fieldo says:

    Puji Tuhan, Yesus adalah dasar yg kuat bagiku, bagiku dia adalah perisai dan petunjuk hidupku, untuk memuliakan namanya. Aminnnn

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *