Penghapus Utang

Info

Senin, 8 Januari 2018

Penghapus Utang

Baca: Mazmur 103:1-12

103:1 Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

103:2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

103:3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

103:4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

103:5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

103:6 TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.

103:7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.

103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

103:9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.

103:10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

103:11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

103:12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. —Mazmur 103:12

Penghapus Utang

Saya coba menahan air mata saat mencermati tagihan pengobatan saya. Mengingat gaji suami saya yang turun jauh jika dibandingkan dengan pekerjaan lamanya, membayar setengah dari jumlah tagihan itu saja memerlukan cicilan bulanan selama bertahun-tahun. Saya berdoa sebelum menelepon klinik untuk menjelaskan situasi kami dan meminta dibuatkan rencana pembayaran yang sanggup saya tanggung.

Setelah saya diminta menunggu sesaat, resepsionis memberi tahu saya bahwa dokter telah membebaskan kami dari tagihan itu.

Saya terisak sambil mengucapkan terima kasih. Berkat luar biasa itu membuat saya sangat bersyukur. Setelah menutup telepon, saya pun memuji Allah. Saya terpikir untuk menyimpan lembar tagihan itu, bukan untuk mengingatkan pada besarnya utang saya, melainkan pada apa yang telah diperbuat Allah bagi saya.

Keputusan dokter untuk menghapus utang saya mengingatkan saya pada keputusan Allah untuk menghapus utang dosa saya yang karena begitu besarnya tidak mungkin saya lunasi. Kitab Suci meyakinkan kita bahwa Allah itu “penyayang dan pengasih” dan “berlimpah kasih setia” (Mzm. 103:8). “Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita” (ay.10). Dia menjauhkan dosa kita “sejauh timur dari barat” (ay.12), ketika kita bertobat dan menerima Kristus sebagai Juruselamat kita. Pengorbanan-Nya menghapus utang kita—seluruhnya.

Setelah diampuni, hidup kita tidak lagi ditentukan atau dibatasi oleh utang dosa kita di masa lalu. Menanggapi limpah ruahnya anugerah Tuhan dapat kita lakukan dengan mengakui segala karya-Nya. Lewat persembahan dan ucapan syukur yang tulus, kita dapat hidup bagi-Nya dan menceritakan tentang Dia kepada sesama kita. —Xochitl Dixon

Terima kasih, Tuhan, Engkau menghapus utang kami seluruhnya saat kami percaya kepada-Mu.

Utang kita yang terbesar, yang disebabkan oleh dosa, telah dihapus oleh Allah kita yang Mahabesar.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 20–22; Matius 6:19-34

Desain gambar oleh WarungSaTeKaMu & Teguh Arianto

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

38 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!