Rumah di Hari Natal

Info

Kamis, 21 Desember 2017

Rumah di Hari Natal

Baca: Kejadian 28:10-17

28:10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.

28:11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.

28:12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.

28:13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.

28:14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.”

28:16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”

28:17 Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.”

Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini. —Kejadian 28:15

Rumah di Hari Natal

Suatu waktu di hari Natal, saya mendapat tugas di suatu tempat yang lokasinya tidak lazim bagi kebanyakan orang. Dalam perjalanan kembali ke kamar, saya diterpa udara dingin yang tertiup dari Laut Hitam. Saat itu, saya sangat merindukan rumah.

Saat tiba di kamar, saya membuka pintu dan seakan menemukan suatu keajaiban. Teman sekamar saya yang menyukai seni baru saja menyelesaikan proyek terbarunya—pohon Natal keramik setinggi hampir 50 cm yang kini menerangi kegelapan kamar kami dengan kelap-kelip warna-warni. Untuk sementara waktu, saya merasa seperti sudah pulang ke rumah!

Saat Yakub kabur dari Esau, saudaranya, Yakub terdampar sendirian di tempat yang asing. Saat tidur di tanah, ia bertemu Allah dalam mimpi. Dan Allah menjanjikan kepada Yakub sebuah rumah. “Tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu,” kata Allah kepada Yakub. “Olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kej. 28:13-14).

Tentu saja, dari Yakub dan keturunannya akan datang Mesias yang dijanjikan, satu Pribadi yang meninggalkan rumah-Nya untuk membawa kita pulang dan tinggal bersama dengan-Nya. “Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada,” kata Yesus kepada murid-murid-Nya (Yoh. 14:3).

Suatu malam di bulan Desember itu, saya duduk dalam kegelapan kamar sembari memandang pohon Natal yang terang itu. Tidak bisa tidak, saya pun terpikir tentang Sang Terang yang datang ke dunia untuk menunjukkan jalan kepada rumah kita yang kekal. —Tim Gustafson

Tuhan, di mana pun kami berada hari ini, kami bersyukur karena Engkau menyediakan tempat bagi kami untuk tinggal bersama dengan-Mu. Bahkan sekarang pun kami selalu disertai oleh Roh-Mu!

Rumah bukan sekadar tempat, melainkan sebuah kediaman. Ada kediaman kekal yang diberikan Allah kepada kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 4-5 dan Wahyu 12

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

23 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!