Memecah Kesunyian

Rabu, 20 Desember 2017

Memecah Kesunyian

Baca: Lukas 1:11-17

1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.

1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.

1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.

1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.

1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,

1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

Dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia . . . dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. —Lukas 1:17

Memecah Kesunyian

Di akhir Perjanjian Lama, Allah seperti sedang bersembunyi. Selama empat abad, orang Yahudi menanti dan bertanya-tanya. Allah terlihat seperti pasif, tidak peduli, dan tidak mendengarkan doa-doa mereka. Hanya tersisa satu harapan: janji tentang Mesias yang sudah dikumandangkan sejak lama. Orang Yahudi mempertaruhkan segalanya demi janji itu. Lalu sesuatu yang monumental terjadi. Kabar kelahiran seorang bayi pun tersiar.

Kamu dapat merasakan kegembiraan yang luar biasa ketika membaca reaksi orang-orang dalam kitab Lukas. Peristiwa seputar kelahiran Yesus terdengar bagaikan drama musikal yang riang gembira. Para tokoh berkerumun masuk panggung: seorang imam lanjut usia (Luk. 1:5-25), seorang perawan yang terkejut (1:26-38), sang nabi perempuan tua bernama Hana (2:36). Maria sendiri mengutarakan sebuah pujian indah karena hatinya begitu gembira (1:46-55). Bahkan sepupu Yesus yang belum lahir melonjak kegirangan di dalam rahim ibunya (1:41).

Lukas dengan cermat menghubungkan janji-janji di Perjanjian Lama tentang Mesias dengan peristiwa ini. Malaikat Gabriel bahkan menyebut Yohanes Pembaptis sebagai “Elia” yang diutus untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan (1:17). Jelaslah, sesuatu yang penting akan terjadi di planet Bumi. Di tengah para penduduk desa yang muram dan terhimpit oleh penjajahan, di suatu pelosok daerah Kekaisaran Romawi, sesuatu yang indah akan segera datang. —Philip Yancey

Engkau datang bagi kami, untuk itulah kami bersukacita! Yesus, Engkaulah anugerah penebusan dan pengharapan bagi kami. Kami sungguh bersyukur kepada-Mu.

Pernah terjadi di dunia, sebuah palungan memuat sesuatu yang jauh lebih besar dari seluruh dunia yang kami diami. —C. S. Lewis (dari The Last Battle)

Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 1-3 dan Wahyu 11

Artikel Terkait:

Kisah Orang Majus Keempat

Bagikan Konten Ini
27 replies
  1. Mariakristina Ine Marcello
    Mariakristina Ine Marcello says:

    terimakasih Tuhan Yesus buat semua yang ada dalam hidupku bukan krn apa yg aq ada tp krn engkau sudi lahir di dunia ini utk ku

  2. DM TELAUMBANUA
    DM TELAUMBANUA says:

    Terima kasih Tuhan Engkau sungguh baik, Engkau Allah yang Kudus turun ke dunia hanya untuk menebus kami manusia yang tidak tau diri, yang telah berdosa kepada Mu, berikanlah kami Tuhan hati yang tau diri bahwa kami telah menerima anugerah kasih yang terindah dari Mu, dengan menjadi pelaku pelaku Firman Mu.Terpujilah Tuhan Haleluya Aminn.

  3. Patrecia Angraini Simatupang
    Patrecia Angraini Simatupang says:

    Jelaslah, sesuatu yang penting akan terjadi di planet Bumi. Di tengah para penduduk desa yang muram dan terhimpit oleh penjajahan, di suatu pelosok daerah Kekaisaran Romawi, sesuatu yang indah akan segera datang.

  4. Nandini
    Nandini says:

    Yesus datang demi kita…didahului Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan umat-Nya agar siap menerima-Nya. Sudahkah kita siap? 🙂

  5. Tresia Berutu
    Tresia Berutu says:

    Terimakasih Bapa untuk kado natal terindah yang Bqpq berikan bagi kami semua yaitu kelahiran Yesus Kristus yang membawa damai dan memberikan sukacita bagi kami. Amin.

  6. Hendrik panggabean
    Hendrik panggabean says:

    Terima kasih yesus atas kebaikanmu, kami berpengharapan hanya padamu. slamat braktifitas buat kita smw

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *