Lemah Lembut

Minggu, 17 Desember 2017

Lemah Lembut

Baca: Efesus 4:1-6

4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. —Efesus 4:2

Lemah Lembut

Masalah-masalah yang kita alami dalam hidup ini terkadang membuat kita mudah tersinggung dan lepas kendali. Namun, kita tidak patut membenarkan perilaku buruk tersebut karena akan menghancurkan hati orang-orang yang kita kasihi dan menyebabkan kesengsaraan kepada mereka yang ada di sekeliling kita. Kita gagal menjadi berkat bagi orang lain ketika perilaku kita tidak menyenangkan bagi mereka.

Perjanjian Baru memiliki istilah untuk sebuah sifat yang meluruskan sikap kita yang tidak menyenangkan, yaitu lemah lembut. Istilah tersebut menggambarkan kebaikan dan kemurahan hati dalam diri seseorang. Efesus 4:2 mengingatkan kita, “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar.”

Lemah lembut berarti bersedia menerima keterbatasan dan kesulitan yang ada tanpa melampiaskan kejengkelan kita terhadap orang lain. Itu berarti menunjukkan rasa syukur atas perlakuan sesederhana apa pun yang kita terima dan menoleransi mereka yang tidak memperlakukan kita dengan baik. Itu berarti sabar terhadap orang yang menyusahkan—terutama anak-anak kecil yang berisik dan gaduh; karena bersikap baik kepada anak-anak merupakan ciri dari orang yang baik dan lemah lembut. Lemah lembut berarti tetap berbicara dengan tenang dan lembut saat dihasut. Itu dapat berarti mengambil sikap diam; karena ketenangan sering menjadi respons yang tepat terhadap kata-kata kasar.

Yesus itu “lemah lembut dan rendah hati” (Mat. 11:29). Jika kita memohon kepada-Nya, pada waktunya, Dia akan membentuk kita serupa gambar-Nya. George MacDonald berkata, “[Allah] tidak ingin mendengar dari [kita] sebuah nada yang menyinggung atau sepatah kata yang melukai hati orang lain . . . . Yesus lahir untuk menebus kita dari dosa tersebut, seperti juga dari dosa-dosa lainnya.” —David H. Roper

Tuhan, aku ingin menjadi orang yang lemah lembut. Tolonglah aku untuk bersikap baik dan ramah terhadap orang lain hari ini.

Sikap rendah hati di hadapan Allah membuat kita mau bersikap lemah lembut kepada orang lain.

Bacaan Alkitab Setahun: Amos 7-9 dan Wahyu 8

Bagikan Konten ini
26 replies
  1. Diana Laurencia
    Diana Laurencia says:

    Mari bersikap rendah hati di hadapan Allah, menyadari ketidaklayakan kita di hadapan-Nya, agar kita dijauhkan dari kesombongan, dan sebaliknya agar kita dapat menjadi lemah lembut dan sabar. Dan selalu ingat teladan terbaik mengenai kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran adalah dari Tuhan Yesus sendiri. Tuhan memberkati kita semua.

  2. Otto
    Otto says:

    Amin…Terpujilah Nama Tuhan…kelemahlembutan itulah sikap yang harus kita miliki sebagai kepuyaan kristus…Haleluya..selamat pagi dan selamat hari minggu

  3. Santi Boru Gultom
    Santi Boru Gultom says:

    Dengan kelemah lembutan kita bisa berjumpa dengan Tuhan.
    semoga firman Tuhan ini bisa saya terapkan dalam hidupku mulai hari ini.Amin
    Tuhan Yesus memberkati.

  4. Gracia Lasma Rohana Sianturi
    Gracia Lasma Rohana Sianturi says:

    Puji Tuhan firman Tuhan dan renungan nya memberkati sekali. Benar-benar pas dengan apa pergumulan yang sedang saya hadapi saat ini. Puji Tuhan cara Tuhan sangat luar biasa dalam menegur dan mengajar anak-anakNya

  5. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Rendah hati ,,lemah lembut dan sabar ,,,kuatkan aku Tuhan semoga dapat melakukannya ,amin …Happy Sunday All ,,,Gbu

  6. bungakharismayani
    bungakharismayani says:

    tuhan sulit bagiku untuk selalu lemah lembut atas setiap kekasaran yg aku terima, tapi aku percaya rohMu akan selalu menuntun ku

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *