Panen dan Ucapan Syukur

Info

Kamis, 23 November 2017

Panen dan Ucapan Syukur

Baca: Kejadian 8:15-9:3

8:15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:

8:16 “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;

8:17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.”

8:18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.

8:19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu.

8:20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.

8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

9:1 Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.

9:2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.

9:3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.

Rayakanlah Pesta Panen pada waktu kamu mulai menuai hasil pertama ladangmu. —Keluaran 23:16 BIS

Panen dan Ucapan Syukur

Beribu-ribu tahun lalu, Allah berfirman langsung kepada Musa dan menetapkan sebuah perayaan baru untuk umat-Nya. Musa mencatat bahwa Allah berfirman, “Rayakanlah Pesta Panen pada waktu kamu mulai menuai hasil pertama ladangmu” (Kel. 23:16 BIS).

Pada masa sekarang, berbagai negara di dunia melakukan perayaan yang serupa untuk merayakan panen. Di Ghana, rakyat merayakan Festival Yam sebagai perayaan panen. Di Brazil, Dia de Acao de Gracas merupakan hari pengucapan syukur untuk panen yang menghasilkan makanan bagi mereka. Di Tiongkok, ada yang disebut Festival Musim Gugur (Kue Bulan). Di Amerika Serikat dan Kanada, orang merayakan Thanksgiving (Hari Pengucapan Syukur).

Untuk memahami tujuan sesungguhnya dari perayaan panen, mari kita menengok kisah Nuh tepat setelah air bah reda. Allah mengingatkan Nuh dan keluarganya—dan juga kita—tentang pemeliharaan-Nya atas kehidupan dan pertumbuhan kita di bumi ini. Bumi akan mempunyai musim-musim yang berganti, siang dan malam, serta “musim menabur dan menuai” (Kej. 8:22). Ucapan syukur kita untuk panen yang menghasilkan makanan bagi kita sudah sepatutnya ditujukan hanya kepada Allah.

Di mana pun kamu tinggal dan bagaimana pun cara kamu merayakan panen, sediakanlah waktu hari ini untuk mengucap syukur kepada Allah. Marilah kita melakukannya, karena tanpa rancangan-Nya yang agung dan kreatif, kita tidak mungkin akan dapat merayakan panen. —Dave Branon

Ya Allah, Pencipta kami, terima kasih untuk cara-Mu yang menakjubkan dalam menghiasi dunia ini—dengan musim-musim yang berganti, dengan waktu panen, dengan semua yang kami butuhkan untuk hidup. Terimalah ucapan syukur kami.

Ucapan syukur adalah ungkapan yang meluap dari hati yang bersukacita.

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 20-21; Yakobus 5

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

33 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!