Masa-Masa yang Melelahkan

Senin, 20 November 2017

Masa-Masa yang Melelahkan

Baca: Yohanes 14:15-27

14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.

14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”

14:23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;

14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.—Yohanes 14:27

Masa-Masa yang Melelahkan

Di halaman belakang rumah kami, ada pohon ceri yang dahulu menjulang gagah tetapi sekarang hampir mati. Saya memanggil ahli tanaman untuk memeriksa pohon itu. Ia mengatakan bahwa pohon itu “terlalu stres” dan membutuhkan pemeliharaan khusus segera. “Bukan cuma kamu,” gumam istri saya, Carolyn, pada pohon itu sembari berlalu. Masa-masa itu memang terasa begitu melelahkan baginya.

Kita semua pernah menghadapi masa-masa yang menggelisahkan. Kita khawatir melihat moralitas yang makin merosot atau mencemaskan anak-anak kita, pernikahan kita, usaha kita, keuangan kita, kesehatan dan kesejahteraan diri kita. Meski demikian, Tuhan Yesus menjamin bahwa bagaimana pun sulitnya situasi kita, kita dapat merasa damai. Yesus berkata, “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” (Yoh. 14:27).

Hari-hari Yesus juga dipenuhi kesulitan dan tekanan: Dia dikelilingi musuh dan disalah mengerti oleh keluarga dan sahabat-sahabat-Nya. Dia sering tidak punya tempat untuk beristirahat. Namun, tidak terlihat ada kecemasan atau keresahan di dalam sikap-Nya. Yesus mempunyai ketenangan batin. Itulah damai sejahtera yang telah diberikan-Nya kepada kita. Itulah kebebasan dari kecemasan akan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Damai sejahtera-Nya dinyatakan bagi kita.

Dalam situasi apa pun, baik yang serius atau yang sepele, kita dapat berdoa kepada Yesus. Dalam hadirat-Nya, kita boleh mengungkapkan segala kekhawatiran dan kecemasan kita kepada-Nya. Rasul Paulus meyakinkan kita bahwa damai sejahtera Allah akan “memelihara hati dan pikiran [kita] dalam Kristus Yesus” (Flp. 4:7). Bahkan di tengah masa-masa yang melelahkan dan membuat stres, kita tetap dapat menerima damai sejahtera-Nya. —David Roper

Ya Tuhan, terima kasih karena aku dapat datang kepada-Mu apa adanya dan damai sejahtera-Mu akan memelihara hati dan pikiranku.

Di tengah masalah yang berkecamuk, kita selalu dapat menerima damai sejahtera di dalam Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 14-15; Yakobus 2

Artikel Terkait:

Mengapa Aku Tetap Berharap

Bagikan Konten ini
54 replies
« Older Comments
« Older Comments

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *