Bersorak-sorailah bagi Tuhan

Rabu, 22 November 2017

Bersorak-sorailah bagi Tuhan

Baca: Mazmur 98

98:1 Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

98:2 TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.

98:3 Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

98:4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

98:5 Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,

98:6 dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!

98:7 Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya!

98:8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama

98:9 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Pujilah Tuhan dengan nyanyian dan sorak gembira. —Mazmur 98:4 BIS

Bersorak-sorailah bagi Tuhan

Dahulu ketika saya sedang mencari gereja yang dapat saya hadiri secara teratur, seorang teman mengundang saya untuk beribadah di gerejanya. Suatu kali, pemimpin pujian memimpin jemaat menyanyikan lagu yang sangat saya sukai. Saya pun menyanyikan lagu itu dengan penuh semangat.

Setelah bernyanyi, suami teman saya menengok ke arah saya dan berkata, “Keras sekali suaramu.” Ia tidak bermaksud memuji saya! Setelah itu, saya mulai menahan diri untuk memastikan saya menyanyi lebih lembut daripada orang-orang di sekitar saya. Saya pun selalu berpikir apakah orang-orang di sekitar saya terganggu oleh nyanyian saya.

Namun pada suatu Minggu, saya mendengar nyanyian seorang wanita di bangku sebelah saya. Ia terlihat menyembah Tuhan dengan sepenuh hati dan tanpa rasa canggung. Sikapnya mengingatkan saya pada penyembahan spontan dan penuh semangat yang diperlihatkan Daud dalam hidupnya. Di Mazmur 98, Daud bahkan menyebutkan bahwa “seluruh bumi” sepatutnya memuji Tuhan “dengan nyanyian dan sorak gembira” (ay.4 BIS).

Mazmur 98:1 menyebutkan alasan kita memuji Tuhan dengan penuh sukacita, yaitu karena “[Allah] telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib.” Di sepanjang mazmurnya, Daud menceritakan perbuatan-perbuatan ajaib itu: kesetiaan dan keadilan Allah bagi semua bangsa, rahmat-Nya, dan keselamatan-Nya. Merenungkan tentang siapa Allah dan apa yang telah diperbuat-Nya dapat membuat hati kita melimpah dengan pujian.

“Perbuatan ajaib” apa yang telah Allah lakukan dalam hidupmu? Hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengingat segala karya-Nya yang menakjubkan dan bersyukur kepada-Nya. Angkatlah suaramu dan pujilah Dia! —Linda Washington

Tuhan, kami bersyukur untuk diri-Mu dan untuk semua karya-Mu.

Ibadah mengalihkan fokus kita dari diri sendiri pada objek yang selayaknya disembah, yaitu Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 18-19; Yakobus 4

Artikel Terkait:

Mencukupkan Diri

Bagikan Konten Ini
41 replies
  1. Ester Dowansiba
    Ester Dowansiba says:

    BERSYUKUR UNTUK SEMUA PERBUATAN AJAIBMU DALAM HIDUPKU.
    TRIMAKSIH UNTUK 1 LAGI USIA YANG DITAMBAHKAN INI TUHAN,SEMOGA DI USIA INI SAYA SELALU BERSORAK-SORAI BAGI ALLAH PENCIPTAKU ❤

  2. Rosa
    Rosa says:

    Mengingatkan kita agar di setiap ibadah kita harus fokus terhadap Tuhan, jangan mementingkan diri sendiri. sisihkanlah waktu untuk fokus terhadap Tuhan.
    Amin.

  3. Jullio Marviano Napy Weyai
    Jullio Marviano Napy Weyai says:

    pujian dan penyembahan yang terbaik hanya Bagi-Mu Tuhan.
    Kau hebat, Kau Dasyat dan Kau mengangkat ku dari lembah kekelaman.

  4. vera
    vera says:

    AMIN … Kasih setia Mu yg begitu luar biasa dgn penuh sukacita dpt membuat hati kami melimpah dgn pujian dan rasa syukur … AMIN …

  5. Silvia
    Silvia says:

    bersyukur atas penjagaan Tuhan Yesus sampai saat ini. Terima kasih atas segala yang terjadi di dalam setiap detik hidupku. Ajar aku untuk selalu bersyukur bahkan di saat aku berada dalam masa-masa sulit. Amin.

  6. Dan
    Dan says:

    Sebelum kita beribadah dan bernyanyi sebaiknya kita harus jawab pertanyaan ini. Kita bernyanyi untuk siapa? untuk Tuhan Yesus atau untuk menyenangkan hati manusia? Jika kita beribadah dan bernyanyi untuk Tuhan Yesus coba teguhkan ayat ini Efesus 5 ayat 17 ”Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah kamu mengerti kehendak Tuhan.” kemudian setelah kita mengerti untuk siapa kita beribadah dan bernyanyi maka pertanyaan berikutnya yg harus kita jawab, kita memiliki Bapa yg menciptakan langit dan bumi kemudian rela mengorbankan diriNya untuk disalibkan di kayu salib, Dialah Tuhan Yesus apakah Tuhan Yesus Bapa roh orang-orang percaya atau Bapa yg mengikuti keinginan daging? coba baca Efesus 5 ayat 18 “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” kemudian setelah kita tau bahwa dengan Roh yg kudus kita bernyanyi dan memuji Tuhan Yesus maka pertanyaan berikutnya bagaimana sikap kita dalam bernyanyi dalam ibadah? dalam Efesus 5 ayat 19 tertulis “dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati”. Dalam ayat di atas jelas tertulis bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati, artinya Roh kita yg bersorak bergembira dan bernyanyi dengan tulus, bukan ditunjukkan seperti konser musik rock manusia tapi nyanyian Roh itu harus kudus dan nyanyian itu tidak berlebihan cukup sederhana. Seperti yg tertulis dalam Kolose 3 : 23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Semoga anak-anakNya mau mengerti apa yg Tuhan Yesus inginkan. Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *