Tempat Aman

Info

Sabtu, 21 Oktober 2017

Tempat Aman

Baca: Amsal 18:10-11

18:10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

18:11 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.

Nama Tuhan adalah menara yang kuat; ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. —Amsal 18:10

Tempat Aman

Saya dan putri saya berencana menghadiri pertemuan keluarga besar kami. Karena ia merasa gugup menghadapi perjalanan itu, saya pun menawarkan diri untuk menyetir mobil. “Terima kasih, Ma. Tetapi aku merasa lebih aman duduk dalam mobilku sendiri. Mama bisa menyetir mobilku, kan?” ia bertanya. Awalnya saya mengira ia memilih itu karena mobilnya lebih luas daripada mobil saya yang mungil. Saya bertanya kepadanya, “Apa mobil Mama terlalu sempit?” Ia menjawab, “Bukan karena itu, tetapi aku merasa aman di dalam mobilku. Entah mengapa aku merasa terlindungi di dalamnya.”

Komentarnya membuat saya memikirkan “tempat aman” saya sendiri. Saya teringat Amsal 18:10, “Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.” Di masa Perjanjian Lama, tembok dan menara dari suatu kota berguna untuk memberikan peringatan terhadap ancaman yang mungkin datang dari luar dan melindungi para penduduk yang tinggal di dalamnya. Maksud penulis adalah nama Allah, yang menyatakan karakter, kepribadian, dan segala sesuatu tentang diri-Nya, sanggup memberikan perlindungan sejati bagi umat-Nya.

Ada hal-hal tertentu yang menjanjikan keamanan yang dibutuhkan di tengah momen-momen yang mencemaskan kita: Atap rumah yang tetap kukuh di tengah badai, rumah sakit yang siap memberikan perawatan medis, atau pelukan hangat dari seseorang yang kamu kasihi.

Di manakah “tempat aman” kamu? Ke mana pun kita mencari rasa aman, kehadiran Allah bersama kita di tempat itulah yang memberikan kekuatan dan perlindungan yang sungguh kita butuhkan. —Elisa Morgan

Tuhan, terima kasih karena apa pun kekhawatiran dan keprihatinan yang kami miliki hari ini, kami menemukan rasa aman dalam hadirat-Mu saat kami merenungkan-Mu.

Allah adalah tempat berlindung yang aman di tengah badai kehidupan.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 62-64; 1 Timotius 1

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

22 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!