Perhatikan Pemimpinnya

Senin, 18 September 2017

Perhatikan Pemimpinnya

Baca: Ibrani 12:1-3

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Marilah kita . . . berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita . . . melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan. —Ibrani 12:1-2

Perhatikan Pemimpinnya

Joshua Bell, pemain biola kenamaan, memiliki cara yang tidak biasa dalam memimpin orkestra kamar Academy of St. Martin in the Fields yang terdiri dari 44 anggota. Alih-alih melambaikan tongkat, ia mengarahkan orkestranya sembari memainkan biola Stradivarius miliknya bersama pemain biola lainnya. Kepada Colorado Public Radio, Bell berkata, “Bahkan saat memainkan biola, saya dapat memberi mereka semua arahan dan tanda yang saya pikir saat ini hanya dapat dipahami oleh mereka sendiri. Mereka memperhatikan tiap gerakan naik-turun biola saya, saat saya mengangkat alis, atau cara saya menggesek biola. Mereka tahu bunyi yang saya inginkan dari mereka sebagai satu orkestra.”

Sama seperti anggota orkestra mengarah-kan pandangan mereka kepada Joshua Bell, Alkitab meminta kita untuk terus mengarahkan pandangan kita kepada Yesus, Tuhan kita. Setelah menuliskan nama-nama pahlawan iman di Ibrani 11, penulis berkata, “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” (Ibr. 12:1-2).

Yesus berjanji, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Karena itulah kita memiliki hak yang istimewa dan luar biasa untuk mengarahkan pandangan kita kepada-Nya sementara Dia mengarahkan jalan hidup kita. —David McCasland

Tuhan, pandangan kami tertuju kepada-Mu hari ini sehingga kami mengikuti petunjuk-Mu dan menjalani hidup yang selaras bersama-Mu.

Mari arahkan pandangan kita kepada Yesus, Juruselamat kita, sementara Dia mengarahkan jalan hidup kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 30-31 dan 2 Korintus 11:1-15

Artikel Terkait:

Sebab Tuhan baik

Bagikan Konten ini
38 replies
  1. Hotma Sitanggang
    Hotma Sitanggang says:

    Amin. Kiranya aku senantiasa mengarahkan setiap langkahku dipimpin oleh Bapa. Hidup yang selalu berpusat kepada Bapa di sorga.

  2. Patrecia Angraini Simatupang
    Patrecia Angraini Simatupang says:

    Yesus berjanji, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). 

  3. Dina Esterina
    Dina Esterina says:

    Mengarahkan hati kami dan pikiran kami selalu kepadaMu memang tidak mudah Tuhan, tapi kasih karunia akan memampukan kami melakukannya. Amin

  4. Masriani
    Masriani says:

    Biarlah rohMu selalu mengajari dan mengingatkan kami untuk melakukan segala kegiatan kami seturut dengan kehendakMu. AMIN

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *