Iman yang Segar

Jumat, 29 September 2017

Iman yang Segar

Baca: Yohanes 20:24-29

20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

20:28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. —Ibrani 10:23

Iman yang Segar

Dahulu ketika putra kami bergumul dengan kecanduan heroin, jika kamu mengatakan kepada saya bahwa suatu hari kelak Allah akan memakai pengalaman kami untuk menguatkan keluarga lain dengan pergumulan serupa, saya pasti akan sulit menerimanya. Memang Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri untuk memunculkan kebaikan yang tidak selalu mudah dilihat dari situasi-situasi sulit, terutama ketika kita sedang berada dalam situasi tersebut.

Tomas sang murid juga tidak menduga bahwa Allah akan memunculkan kebaikan dari peristiwa yang paling mengguncang imannya, yaitu penyaliban Yesus Kristus. Tomas tidak bersama murid-murid lainnya saat Yesus menjumpai mereka setelah kebangkitan-Nya, dan dalam dukacita yang besar ia bersikeras, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yoh. 20:25). Namun kemudian, saat Yesus muncul di hadapan semua murid, Roh Allah menggugah Tomas yang awalnya ragu untuk mengucapkan pernyataan iman yang luar biasa. Ketika Tomas berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (ay.28), ia menangkap kebenaran bahwa Yesus yang berdiri tepat di hadapannya benar-benar adalah Allah yang menjadi manusia. Itulah pengakuan iman yang tegas dan telah menguatkan serta menggugah orang percaya dari abad ke abad.

Allah kita sanggup menggugah iman yang segar dalam hati kita, bahkan pada saat-saat yang tidak kita harapkan. Kita dapat selalu mengandalkan kesetiaan-Nya. Tiada yang terlalu sulit bagi-Nya! —James Banks

Tuhan, terima kasih karena kasih-Mu lebih kuat daripada segala masalah besar yang kami hadapi—bahkan lebih daripada keraguan atau ketakutan kami yang terbesar!

Allah sanggup mengubah keraguan hati menjadi pengakuan iman yang tegas.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 7-8 dan Efesus 2

Bagikan Konten Ini
20 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *