Allah Melakukan Hal yang Baru

Info

Jumat, 1 September 2017

Allah Melakukan Hal yang Baru

Baca: 1 Tesalonika 3:6-13

3:6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu,

3:7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.

3:8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.

3:9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?

3:10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.

3:11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.

3:12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.

3:13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

Kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. —1 Tesalonika 3:12

Allah Melakukan Hal yang Baru

“Apakah Allah sedang melakukan hal yang baru dalam hidupmu?” tanya pemimpin grup diskusi yang saya ikuti baru-baru ini. Teman saya, Mindy, sedang menghadapi sejumlah situasi yang sulit. Ia berkata bahwa ia sangat membutuhkan kesabaran dalam menghadapi orangtuanya yang sudah lanjut usia, stamina untuk merawat suaminya yang sakit, dan hikmat untuk memahami anak-anak dan cucu-cucunya yang belum mengenal Yesus. Ia kemudian memberikan komentar menarik yang berlawanan dengan pemikiran pada umumnya: “Aku percaya bahwa hal baru yang sedang Allah lakukan dalam hidupku adalah memperluas kapasitas dan kesempatanku untuk mengasihi.”

Itu persis seperti doa Rasul Paulus bagi orang-orang yang baru percaya di Tesalonika: “Kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu” (1Tes. 3:12). Ia sudah pernah mengajar mereka tentang Yesus Kristus tetapi harus meninggalkan mereka tiba-tiba karena terjadinya keributan di kota itu (Kis. 17:1-9). Sekarang dalam suratnya, Paulus menguatkan mereka agar tetap berdiri teguh dalam iman (1Tes. 3:7-8), dan agar Tuhan makin menambahkan kasih mereka kepada semua orang.

Di tengah kesulitan yang kita hadapi, kita sering mengeluh dan bertanya, Mengapa ini terjadi? atau Mengapa aku yang menderita? Cobalah mengatasi masa-masa sulit itu dengan meminta Tuhan agar Dia meluaskan kasih-Nya di dalam hatimu dan menolong kamu memanfaatkan kesempatan-kesempatan baru yang ada untuk makin mengasihi sesama. —Anne Cetas

Tuhan, ada begitu banyak hal yang mengkhawatirkanku. Ubahlah pemikiranku. Bukalah mataku untuk mau mengasihi.

Masalah yang kita hadapi dapat mendorong kita untuk berdoa dengan kasih dan empati bagi sesama.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 135-136 dan 1 Korintus 12

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

29 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!