Proyek Nozomi

Selasa, 1 Agustus 2017

Proyek Nozomi

Baca: 2 Korintus 4:7-18

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

4:11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.

4:12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.

4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

4:14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.

4:15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. —2 Korintus 4:7

Proyek Nozomi

Pada tahun 2011, gempa berkekuatan 9 skala richter dan tsunami merenggut hampir 19.000 nyawa dan menghancurkan 230.000 rumah di wilayah timur laut Tokyo. Paska musibah itu, lahirlah The Nozomi Project, dari kata Jepang yang berarti “pengharapan”, dengan tujuan menyediakan penghasilan yang berkelanjutan, komunitas, martabat, dan pengharapan di dalam Allah.

Para wanita yang terlibat dalam proyek Nozomi menyortir puing-puing rumah dan perabotan untuk mencari pecahan-pecahan keramik. Mereka mengampelas pecahan-pecahan itu dan menyusunnya sehingga menjadi perhiasan yang kemudian dijual ke seluruh dunia. Itulah sumber penghasilan mereka sekaligus cara untuk menyatakan iman mereka kepada Kristus.

Pada zaman Perjanjian Baru, ada kebiasaan untuk menyimpan barang-barang berharga di dalam wadah sederhana yang terbuat dari tanah liat. Paulus menggambarkan bagaimana Injil yang berharga tersimpan dalam kerapuhan manusiawi dari para pengikut Kristus: bejana tanah liat (2Kor.. 4:7). Ia menyatakan bahwa bejana hidup kita yang rapuh—bahkan adakalanya rusak—sebenarnya dapat menyingkapkan kuasa Allah yang sangat kontras dengan ketidaksempurnaan kita.

Saat Allah mendiami hidup kita yang tidak sempurna dan rusak, harapan pemulihan oleh kuasa-Nya sering kali lebih jelas terlihat oleh orang lain. Karya pemulihan-Nya dalam hati kita memang sering meninggalkan bekas luka. Namun, mungkin goresan luka dari proses pembelajaran yang kita terima itu menjadi ukiran diri yang membuat karakter Allah lebih terlihat oleh sesama kita. —Elisa Morgan

Ya Allah, tunjukkanlah kuasa-Mu kepada orang lain saat aku membagikan harta Injil-Mu melalui hidupku yang tidak sempurna tetapi indah ini.

Ketidaksempurnaan dapat membawa pemulihan yang sempurna.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 57-59 dan Roma 4

Bagikan Konten ini
25 replies
  1. asnita nababan
    asnita nababan says:

    Bantu aku Bapa untuk mampu menyebarkan injilMu kepada dunia melalui hidupku yg tidak sempurna namun indah dalam namaMu Bapa
    Amin

  2. Enrico Mario Butarbutar
    Enrico Mario Butarbutar says:

    Berikan kami kekuatan ya Tuhan, agar kami dimampukan untuk membagikan firman mu kepada sesama kami dan kemampuan untuk memikul salib kami.

  3. DM TELAUMBANUA
    DM TELAUMBANUA says:

    Terima kasih Tuhan Engkau sungguh baik, biarlah lewat kehidupan yang Engkau beri kami boleh taat kepada Mu.Terpujilah Tuhan Haleluya Aminn.

  4. lilyana sari
    lilyana sari says:

    terima kasih Tuhan Yesus,kuasaMu sungguh nyata menguatkan dan memulihkan kehidupan kami selaku umatMu,terpujilah namaMu kekal selamanya,amin

  5. lena
    lena says:

    ya TUHANku YESUSku,swmpurnakanlah selalu hidupku yg jauh dari sempurna ini,supaya hidupku boleh menjadi saksiMU
    AMIN

  6. risma simbolon
    risma simbolon says:

    Kami tinggikan dan masyurkan namu Tuhan Yesus kekal selamanya ,kasihmu yg tak terselami dalamnya
    dan tingginya buat kami umatmu .Amin .

  7. Virdiani Pongtuluran
    Virdiani Pongtuluran says:

    Tuhan Yesus ajari ku untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun. Janganlah aku mengandalkan pikiran dan kuatku tetapi biarlah selalu berserah dalam TanganMu. Amin. Jesus loves us.

  8. rince lahagu
    rince lahagu says:

    Kuingin terus di baharui olehMu Tuhan, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi , menjadi sperti yang kau ingini. Amin

  9. Yuni Lestari Sianipar
    Yuni Lestari Sianipar says:

    “Kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari kami.”
    firman yang menegur dan mengingatkan saya kembali malam ini, selepas sepanjang hari ini saya melakukan segala aktivitas saya dengan mengandalkan kekuatan diri saya. See… apa yang aku dapat hari ini adalah rasa letih dan tidak ada manfaatnya sama sekali, semua kegiatanku berantakan dan tidak berfaedah.
    Tanpa Tuhan yang berkehendak semuanya sia-sia.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *