Diamlah

Info

Senin, 21 Agustus 2017

Diamlah

Baca: Mazmur 46:1-12

46:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian.

46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

46:3 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;

46:4 sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela

46:5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.

46:6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

46:7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.

46:8 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

46:9 Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,

46:10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

46:11 “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

46:12 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. —Mazmur 46:12

Diamlah

“Kita telah menciptakan lebih banyak informasi yang pernah ada dalam 5 tahun terakhir daripada yang ada di sepanjang sejarah manusia, dan informasi itu tidak henti-hentinya kita terima” (Daniel Levitin, penulis buku The Organized Mind: Thinking Straight in the Age of Information Overload). Menurut Levitin, “Itu berarti kita menjadi ketagihan hiperstimulasi (rangsangan yang melampaui batas).” Berita dan pengetahuan yang datang bertubi-tubi dapat mendominasi otak kita. Di lingkungan masa kini dengan media yang terus membombardir, kita semakin sulit menemukan waktu untuk duduk diam, merenung, dan berdoa.

Mazmur 46:11 mengatakan, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.” Ayat itu mengingatkan kita tentang perlunya menyediakan waktu untuk fokus kepada Tuhan. Banyak orang menemukan bahwa “waktu tenang” merupakan bagian yang penting setiap hari—waktu untuk membaca Alkitab, berdoa, dan merenungkan kebaikan dan kebesaran Allah.

Ketika kita, seperti penulis Mazmur 46, mengalami sendiri bahwa “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” (ay.2), itu mengenyahkan rasa takut kita (ay.3), mengalihkan fokus kita dari gejolak dunia untuk memandang pada damai Allah, dan menciptakan keyakinan yang menenangkan bahwa Tuhanlah yang memegang kendali (ay.11).

Sebising apa pun dunia sekeliling kita, kita dapat menemukan ketenangan dan kekuatan dalam kasih dan kuasa Bapa Surgawi kita. —David McCasland

Bapa Surgawi, kami menyerahkan kehidupan kami yang bising dan pikiran kami yang berantakan di hadapan-Mu, sehingga kami dapat belajar untuk tenang dan tahu bahwa Engkaulah Allah.

Setiap hari kita perlu berdiam diri dan mendengarkan Tuhan.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 107-109 dan 1 Korintus 4

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

29 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!