Melakukan Lebih Dahulu

Kamis, 6 Juli 2017

Melakukan Lebih Dahulu

Baca: 1 Yohanes 4:7-21

4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. —1 Yohanes 4:19

Melakukan Lebih Dahulu

Kami dengan sabar menolong anak kami untuk segera pulih dan menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya bersama keluarga kami. Trauma dari pengalaman awalnya di panti asuhan telah memicu sejumlah perilaku negatif. Meskipun saya mencoba semampu saya untuk memahami segala kesulitan yang pernah ia alami, saya merasa mulai menarik diri secara emosional darinya karena perilakunya itu. Dengan malu, saya menceritakan pergumulan saya kepada terapisnya. Jawaban sang terapis menyentak saya dengan lembut: “Ia menunggu kamu untuk melakukannya lebih dahulu . . . untuk menunjukkan kepadanya bahwa ia layak menerima kasihmu, sebelum ia bisa mengasihi kamu.”

Yohanes membawa para penerima suratnya untuk mengalami kedalaman kasih yang luar biasa, ketika ia menyebutkan kasih Allah sebagai sumber sekaligus alasan untuk mengasihi satu sama lain (1Yoh. 4:7,11). Saya harus mengakui bahwa saya sering gagal menunjukkan kasih seperti itu kepada sesama, baik itu orang yang tak saya kenal, teman-teman, atau anak-anak saya sendiri. Namun, kata-kata Yohanes ini membangkitkan dalam diri saya suatu keinginan dan kemampuan baru untuk mengasihi sesama: Allah lebih dahulu mengasihi kita. Dia mengutus Anak-Nya untuk menunjukkan kepenuhan kasih-Nya bagi setiap dari kita. Saya sangat bersyukur Allah tidak menarik diri dari kita, sesuatu yang cenderung kita lakukan terhadap sesama.

Meskipun perbuatan dosa kita membuat kita tidak layak, Allah tetap kukuh untuk menunjukkan kasih-Nya kepada kita (Rm. 5:8). Kasih yang dinyatakan-Nya “lebih dahulu” mendorong kita untuk merespons dan mencerminkan kasih itu dengan saling mengasihi. —Kirsten Holmberg

Tuhan, terima kasih karena Engkau tetap mengasihiku meski aku berdosa. Tolonglah aku untuk “lebih dahulu” mengasihi orang lain.

Allah lebih dahulu mengasihi kita supaya kita bisa mengasihi sesama.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 32-33 dan Kisah Para Rasul 14

Artikel Terkait:

Mengapa Aku Masih Single?

Bagikan Konten Ini
28 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Kiranya kasih karuniamu yang engkau berikan melalui kuasa roholkudusmu mnyertai kehidupan kami, Amin

  2. Oweth Haurissa
    Oweth Haurissa says:

    Allahku dahsyat…
    Pelajaran berharga di hari ini sebelum memulai aktivitas.
    Thx God. U are my everything…!

  3. DM TELAUMBANUA
    DM TELAUMBANUA says:

    Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh baik, sangat baik dan teramat baik, Kasih Mu sempurna,tolong aku Tuhan untuk meneladani Mu.Aminnn

  4. Ramon Enos Damaryanan
    Ramon Enos Damaryanan says:

    Iya juga ya… kadang kita mah egois.. pengen di kasihi tapi gak mau mengasihi…. tobat deh tobat…

  5. Frevis Muaja
    Frevis Muaja says:

    kasih, itulah yg mencerminkan bahwa kita adalah murid Tuhan. Berusaha untuk terus mengasihi sesuai perintah Tuhan.

  6. Jhon Siregar
    Jhon Siregar says:

    Kasih…?
    Inilah identitas asli Kristen ( pengikut Kristus ). jika kita menyadarinya, hanya 1 yang dituntut untuk senantiasa kita kerjakan, yaitu saling mengasihi. berbeda dengan yang lain mengejar berkat tanpa mengindahkan orang lain, mengerjakan keyakinan mereka hanya karna ingin mendapatkan imbalan/pahala. Kristen yang sejati tidaklah demikian, justru karena kita tahu kita tidak mampu menyelamatkan diri kita tanpa kasih karunia Tuhan, maka sebagai rasa ucapan syukur kita, kita yang sebagai pengikut-Nya berhak untuk menyatakan kasi-Nya ditengah” dunia, terkhususnya bagi keluarga kita.
    Thank’s for Your goodness…

  7. Henny Surbakti
    Henny Surbakti says:

    Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. —1 Yohanes 4:19…..
    mampukan Aku ya Allah utk dpt mengasihi sesamaku & menjalankan Firman Mu dlm hidup Ku.
    Selamat pagi & Selamat beraktivitas, Gb us.

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *