“Aku Sangat Takut . . .”

Info

Sabtu, 22 Juli 2017

Baca: Filipi 4:4-9

4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. —Filipi 4:6

“Aku sangat takut.” Pesan memilukan itu dikirim seorang remaja kepada teman-temannya di Facebook, ketika ia bercerita kepada mereka tentang sejumlah tes kesehatan yang akan dijalaninya. Kemungkinan besar ia harus dirawat dan menjalani serangkaian pemeriksaan di rumah sakit yang berada di suatu kota yang berjarak tiga jam dari rumahnya. Dengan cemas ia menunggu kabar dari para dokter yang masih mencari tahu sumber dari sejumlah gangguan kesehatan serius yang sedang dialaminya.

Adakah di antara kita, baik muda maupun tua, yang belum pernah merasakan ketakutan yang serupa ketika dihadapkan pada momen-momen yang tidak diharapkan dan benar-benar menakutkan? Ke mana dan kepada siapa kita mencari pertolongan? Penghiburan apakah yang bisa kita temukan dari Kitab Suci, yang memberi kita keberanian dalam menghadapi situasi-siatuasi seperti itu?

Kenyataan bahwa Allah akan menyertai kita di tengah pencobaan dapat menolong kita untuk terus berharap. Yesaya 41:13 menyatakan kepada kita, “Sebab Aku ini,Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: ‘Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.’”

Lebih dari itu, Allah memberikan damai sejahtera yang tak terlukiskan dan yang memelihara hati ketika kita mau menyatakan segala kekhawatiran kita kepada-Nya dalam doa (Flp. 4:6-7).

Melalui kehadiran Allah yang tak pernah berakhir dan damai sejahtera-Nya yang “melampaui segala akal” (ay.7), kita dapat menemukan pengharapan dan pertolongan yang kita butuhkan untuk bertahan dalam situasi-situasi yang membuat kita sangat ketakutan. —Dave Branon

Bapa Surgawi, ketika aku takut, ingatkan aku bahwa Engkau memegang tanganku dan memberiku damai sejahtera. Aku bersyukur dapat bersandar kepada-Mu dan mendapatkan pertolongan saat aku takut. Engkau baik bagiku.

Allah menyertai kita dalam semua pergumulan kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 31-32 dan Kisah Para Rasul 23:16-35

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

36 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!