Orang yang Dapat Dipercaya

Info

Sabtu, 3 Juni 2017

Orang yang Dapat Dipercaya

Baca: Yohanes 13:33-35

13:33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.

13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Banyak orang mengaku dirinya adalah kawan, tetapi yang betul-betul setia, sukar ditemukan. —Amsal 20:6 BIS

Orang yang Dapat Dipercaya

“Aku tak bisa mempercayai siapa pun,” kata seorang teman sambil berurai air mata. “Setiap kali aku mempercayai seseorang, ia melukai hatiku.” Saya marah mendengar cerita tentang mantan pacarnya, yang ia kira dapat dipercaya tetapi yang kemudian menyebarkan rumor tentang dirinya setelah mereka putus. Setelah mengalami masa kecil yang sulit, pengkhianatan kali ini seakan meyakinkan dirinya bahwa tidak ada seorang pun yang dapat ia percayai.

Saya bergumul untuk menemukan kata-kata yang dapat menghiburnya. Saya rasa tidak pada tempatnya jika saya menyalahkan curahan hatinya, meskipun sebenarnya masih banyak orang yang tulus hati dan dapat dipercaya. Saya sendiri dapat merasakan kepedihannya, karena pengalamannya mengingatkan saya pada pengkhianatan yang pernah saya alami. Sebetulnya Alkitab sangat blakblakan tentang natur manusia. Di Amsal 20:6, sang penulis menyerukan ratapan yang serupa dengan ratapan teman saya, dan ayat itu selalu mengingatkan kita betapa pedihnya pengalaman dikhianati.

Saya hanya dapat mengatakan kepadanya bahwa perbuatan orang lain yang melukai kita bukanlah akhir segalanya. Meskipun luka itu terasa sangat nyata dan menyakitkan, Yesus memungkinkan hadirnya kasih yang tulus dan sejati. Di Yohanes 13:35, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa dunia akan mengenali mereka sebagai pengikut-Nya lewat kasih yang mereka tunjukkan. Meskipun mungkin ada yang masih melukai kita, Yesus selalu dapat menghadirkan pribadipribadi yang rela membagikan kasih-Nya lewat dukungan dan perhatian yang mereka berikan tanpa pamrih. Saat bersandar pada kasih-Nya yang tak berkesudahan, kiranya kita menemukan pemulihan, komunitas, dan keberanian untuk mengasihi sesama seperti yang telah dilakukan-Nya. —Monica Brands

Yesus memungkinkan hadirnya kasih yang sejati.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 19-20 dan Yohanes 13:21-38

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

39 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!