Bermain dengan Selaras

Info

Jumat, 23 Juni 2017

Bermain dengan Selaras

Baca: Roma 12:3-8

12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

12:4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,

12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.

12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;

12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. —Roma 12:5-6

Bermain dengan Selaras

Melihat konser band sekolah cucu kami, saya terkesan pada betapa bagusnya anak-anak berusia 11-12 tahun itu bermain bersama. Jika tiap anak ingin tampil sendiri-sendiri, mereka tidak akan mampu mencapai apa yang dilakukan band itu bersama-sama. Semua seruling, terompet, dan perkusi memainkan bagiannya masing-masing dan menghasilkan musik yang indah!

Kepada para pengikut Yesus di Roma, Paulus menulis, ”Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita” (Rm. 12:5-6). Karunia yang disebutkan Paulus antara lain adalah bernubuat, melayani, mengajar, menasihati, berbagi, memberi pimpinan, dan menunjukkan kemurahan (ay.7-8). Setiap karunia hendaknya digunakan dengan leluasa untuk kepentingan bersama (1Kor. 12:7).

Salah satu definisi dari konser adalah “kesepakatan dalam rancangan atau rencana, kesatuan aksi; harmoni atau keselarasan”. Itulah rancangan Allah untuk kita, anak-anak-Nya di dalam iman kepada Yesus Kristus. “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat” (ay.10). Allah ingin kita bekerja sama, bukan saling bersaing.

Kita berada “di atas panggung”, disaksikan dan didengarkan oleh dunia setiap hari. Tidak ada pemain tunggal dalam konser Allah, dan tiap alat musik berperan penting. Musik terbaik dihasilkan ketika setiap orang memainkan perannya dalam kesatuan bersama. —David McCasland

Tuhan, Kaulah Pemimpin hidup kami. Kami ingin meninggikan kasih dan anugerah-Mu dalam keselarasan dengan anak-anak-Mu yang lain hari ini.

Tidak ada pemain tunggal dalam orkestra Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Ester 9-10 dan Kisah Para Rasul 7:1-21

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

25 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!