Allah Memanggil

Info

Rabu, 7 Juni 2017

Allah Memanggil

Baca: Kejadian 3:1-10

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,

3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan . . . Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. —1 Yohanes 4:9

Allah Memanggil

Suatu pagi putri saya memberikan telepon selulernya kepada putranya yang berusia 11 bulan supaya ia terhibur sejenak. Tak lama kemudian telepon saya berdering dan saat mengangkatnya saya mendengar suara mungil cucu saya. Entah bagaimana, ia menekan tombol “panggilan cepat” yang tersambung ke nomor saya, dan selanjutnya terjadilah “percakapan” yang akan terus saya ingat. Meski cucu saya hanya bisa mengucapkan beberapa kata, ia dapat mengenali dan merespons suara saya. Saya pun berbicara dengannya dan mengatakan betapa saya sayang kepadanya.

Sukacita yang saya rasakan saat mendengar suara cucu saya mengingatkan saya akan kerinduan Allah yang mendalam untuk berhubungan dengan kita. Sejak awal, Alkitab telah menunjukkan bagaimana Allah secara aktif mencari kita. Setelah Adam dan Hawa berdosa dengan melanggar perintah Allah dan kemudian bersembunyi dari-Nya di taman, “Tuhan Allah memanggil” Adam (Kej. 3:9).

Allah terus mencari manusia melalui Anak-Nya, Yesus. Karena Allah rindu berhubungan dengan kita, Dia mengutus Yesus ke dunia untuk menebus hukuman dosa kita melalui kematian-Nya di kayu salib. “Allah menyatakan bahwa Ia mengasihi kita dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita memperoleh hidup melalui Anak-Nya itu” (1Yoh. 4:9-10 BIS). Yesus menyerahkan nyawa-Nya demi menyucikan kita dari dosa dan kerusakan yang telah memisahkan kita dari Allah.

Alangkah bahagianya mengetahui bahwa Allah mengasihi kita dan menginginkan kita membalas kasih-Nya dengan mempercayai Anak-Nya, Yesus Kristus. Bahkan di saat kita tidak tahu harus berkata apa, Bapa Surgawi tetap rindu mendengar suara kita! —James Banks

Bapa Surgawi, terima kasih Engkau mengasihiku dan rindu menjalin hubungan denganku. Tolong aku menyenangkan-Mu lewat kedekatanku dengan-Mu.

Kasih Allah kepada kita dinyatakan melalui Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 28-29 dan Yohanes 17

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

37 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!