Pikirkan Allah Saat Berkedip

Info

Senin, 22 Mei 2017

Pikirkan Allah Saat Berkedip

Baca: Ulangan 32:1-12

32:1 “Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.

32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

32:3 Sebab nama TUHAN akan kuserukan: Berilah hormat kepada Allah kita,

32:4 Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.

32:5 Berlaku busuk terhadap Dia, mereka yang bukan lagi anak-anak-Nya, yang merupakan noda, suatu angkatan yang bengkok dan belat-belit.

32:6 Demikianlah engkau mengadakan pembalasan terhadap TUHAN, hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana? Bukankah Ia Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan engkau?

32:7 Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka mengatakannya kepadamu.

32:8 Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel.

32:9 Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.

32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

32:11 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,

32:12 demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. —Ulangan 32:10

Pikirkan Allah Saat Berkedip

“Allah itu bagaikan kelopak mata,” kata teman saya Ryley. Saya terkejut mendengarnya. Apa yang ia maksudkan?

“Coba kamu jelaskan,” jawab saya. Kami baru saja mempelajari gambaran-gambaran mengejutkan tentang Allah dalam Alkitab, sebagai contoh gambaran Allah sebagai perempuan yang melahirkan (Yes. 42:14) atau sebagai peternak lebah (Yes. 7:18). Namun, apa yang dikatakan Ryley tadi baru pertama kali saya dengar. Ia mengajak saya membaca di Ulangan 32 di mana Musa memuji cara Allah dalam memelihara umat-Nya. Ayat 10 mengatakan bahwa Allah melindungi dan mengawasi umat-Nya, menjaga mereka “sebagai biji mata-Nya”.

Ryley bertanya kepada saya, benda apa yang mengelilingi dan menjaga biji mata? Tentu saja kelopak mata! Allah itu seperti kelopak mata, yang secara alami melindungi mata yang rentan. Kelopak mata berfungsi menjaga mata dari bahaya, dan membantu menghilangkan kotoran atau debu di mata melalui kedipan. Kelopak mata mencegah keringat masuk ke mata. Kelopak mata melumasi biji mata dan menjaganya agar tetap sehat. Saat kelopak mata menutup, mata pun beristirahat.

Ketika saya memikirkan gambaran Allah sebagai kelopak mata, saya hanya dapat bersyukur kepada-Nya. Ada begitu banyak gambaran yang telah diberikan Allah untuk menolong kita memahami kasih-Nya bagi kita. Ketika kita menutup mata pada malam hari dan membuka mata pada pagi hari, kita dapat memikirkan tentang Allah, dan memuji-Nya untuk perlindungan dan pemeliharaan-Nya yang penuh kasih atas kita. —Amy Peterson

Allah, terima kasih untuk gambaran mengejutkan yang menolong kami memahami-Mu dengan lebih baik. Terima kasih karena Engkau telah menjaga kami seperti kelopak mata yang melindungi biji mata.

Saat kamu berkedip, ingatlah untuk bersyukur kepada Allah atas perlindungan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

46 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!