Melihat Allah

Info

Minggu, 21 Mei 2017

Melihat Allah

Baca: Keluaran 34:1-9

34:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.

34:2 Bersiaplah menjelang pagi dan naiklah pada waktu pagi ke atas gunung Sinai; berdirilah di sana menghadap Aku di puncak gunung itu.

34:3 Tetapi janganlah ada seorangpun yang naik bersama-sama dengan engkau dan juga seorangpun tidak boleh kelihatan di seluruh gunung itu, bahkan kambing domba dan lembu sapipun tidak boleh makan rumput di sekitar gunung itu.”

34:4 Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya.

34:5 Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.

34:6 Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,

34:7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”

34:8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah

34:9 serta berkata: “Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.”

Tuhan itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. —Bilangan 14:18

Melihat Allah

Ada banyak pelukis karikatur yang menjajakan jasanya di tempat umum dan melukis orang-orang yang mau membayar sejumlah uang untuk mendapatkan lukisan yang lucu dari diri mereka. Lukisan-lukisan tersebut menghibur karena menonjolkan salah satu atau sebagian karakteristik tubuh kita dengan cara yang jenaka.

Di sisi lain, membuat karikatur tentang Allah tidaklah lucu sama sekali. Menonjolkan salah satu sifat-Nya akan menghasilkan gambaran yang menyimpang dan yang mudah ditolak orang. Sebagaimana dengan sebuah karikatur, gambaran yang menyimpang tentang diri Allah akan membuat orang menyepelekan Allah. Orang yang menggambarkan Allah hanya sebagai sosok yang pemarah dan penuntut akan mudah terbuai oleh mereka yang menekankan belas kasih. Sebaliknya, mereka yang memandang Allah hanya sebagai sosok yang baik hati akan menolak gambaran tersebut ketika mereka menuntut keadilan. Orang yang menganggap bahwa Allah hanyalah gagasan intelektual dan bukan Pribadi yang hidup dan pengasih pada akhirnya akan menemukan gagasan-gagasan lain yang lebih memikat buat mereka. Mereka yang hanya melihat Allah sebagai sosok sahabat yang baik akan cenderung meninggalkan-Nya saat mereka menemukan sahabat manusia yang lebih cocok dengan mereka.

Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah penyayang dan pengasih, tetapi yang juga adil dalam menghukum yang bersalah (Kel. 34:6-7).

Dalam menerapkan iman kita, sudah sepatutnya kita tidak menggambarkan Allah hanya menuRut sifat-sifat-Nya yang kita sukai. Kita harus menyembah Allah seutuhnya, tidak hanya sebagian sifat-Nya yang kita sukai. —Julie Ackerman Link

Bapa, Anak, dan Roh Kudus, aku menyembah-Mu. Engkau kudus, adil, baik, dan penuh kasih. Engkaulah satu-satunya Allah.

Allah sajalah Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

29 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!