Gembalaku Selamanya

Sabtu, 8 April 2017

Gembalaku Selamanya

Baca: Kejadian 48:8-16

48:8 Ketika Israel melihat anak-anak Yusuf itu, bertanyalah ia: “Siapakah ini?”

48:9 Jawab Yusuf kepada ayahnya: “Inilah anak-anakku yang telah diberikan Allah kepadaku di sini.” Maka kata Yakub: “Dekatkanlah mereka kepadaku, supaya kuberkati mereka.”

48:10 Adapun mata Israel telah kabur karena tuanya, jadi ia tidak dapat lagi melihat. Kemudian Yusuf mendekatkan mereka kepada ayahnya: dan mereka dicium serta didekap oleh ayahnya.

48:11 Lalu berkatalah Israel kepada Yusuf: “Tidak kusangka-sangka, bahwa aku akan melihat mukamu lagi, tetapi sekarang Allah bahkan memberi aku melihat keturunanmu.”

48:12 Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayahnya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah.

48:13 Setelah itu Yusuf memegang mereka keduanya, dengan tangan kanan dipegangnya Efraim, yaitu di sebelah kiri Israel, dan dengan tangan kiri Manasye, yaitu di sebelah kanan Israel, lalu didekatkannyalah mereka kepadanya.

48:14 Tetapi Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye–jadi tangannya bersilang, walaupun Manasye yang sulung.

48:15 Sesudah itu diberkatinyalah Yusuf, katanya: “Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di hadapan Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang,

48:16 dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini, sehingga namaku serta nama nenek dan bapaku, Abraham dan Ishak, termasyhur oleh karena mereka dan sehingga mereka bertambah-tambah menjadi jumlah yang besar di bumi.”

Allah . . . telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang. —Kejadian 48:15

Gembalaku Selamanya

Ketika putra saya naik kelas, ia sempat protes, “Aku tidak mau diajar guru lain!” Ia mau selamanya diajar oleh guru kesayangannya. Kami harus membantunya untuk menyadari bahwa pergantian guru merupakan hal yang wajar. Namun, kita mungkin bertanya-tanya: Adakah hubungan yang dapat terjalin seumur hidup?

Yakub, bapa leluhur bangsa Israel, mengenal adanya satu hubungan yang seperti itu. Setelah mengalami banyak perubahan dramatis dan kehilangan orang-orang terkasih di sepanjang perjalanan hidupnya, Yakub menyadari adanya Pribadi yang senantiasa hadir dalam hidupnya. Ia berdoa, “Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang . . . kiranya yang memberkati orang-orang muda ini” (Kej. 48:15-16).

Yakub pernah menjadi gembala, maka ia membandingkan hubungannya dengan Allah seperti hubungan gembala dengan domba-dombanya. Sejak lahir, dalam masa pertumbuhan, hingga mencapai usia tua, seekor domba selalu dirawat gembalanya siang-malam. Ia menuntun dombanya pada siang hari dan menjaganya pada malam hari. Daud yang juga seorang gembala memiliki keyakinan yang sama, tetapi ia menyoroti dimensi kekekalan dari hubungan itu dengan mengatakan, “Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa” (Mzm. 23:6).

Pergantian guru adalah hal yang wajar. Namun, alangkah indahnya mengetahui bahwa kita dapat menjalin sebuah hubungan yang kekal selamanya dengan Allah. Sang Gembala Agung telah berjanji untuk menyertai kita setiap hari di sepanjang keberadaan kita di dunia (Mat. 28:20). Dan ketika kehidupan di atas bumi ini berakhir, kita akan tinggal semakin dekat dengan-Nya. —Keila Ochoa

Bapa, aku mengucap syukur karena Engkaulah Gembala hidupku. Aku memuji kesetiaan-Mu.

Allah tidak pernah meninggalkan kita.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 10-12; Lukas 9:37-62

Bagikan Konten ini
17 replies
  1. Serius
    Serius says:

    Hallelujah, Hallelujahel Terpujilah Terpujilah Allah Tritunggal yg setia menggembalakanku.

  2. trisna worms
    trisna worms says:

    Yesus Gembala yang Baik, takkan kekurangan aku. Ia menjaga,.menyertaiku disetiap kehidupanku disetiap hari baru yang Ia Anugerahkan. Amin

  3. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik selalu bahagia murni menang terus tinggi luas lebar segar nyaman sejuk terang benderang kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  4. sutikno
    sutikno says:

    Engkau, yg menggembalakan kami Engkau sebagai guru yg membimbing kami Engkau tempat kami berlindung Engkau sebagai bapa kami Engkau yg rela berkorban bagi kami . layak kami bersyukur dan berterimakasih kepada-Mu , Engkau dgn setia dan sabar menggembalakan kami domba-domba yg tersesat dan tidak taat kepada pimpinan-Mu ,ampuni kami ya Gembala yg Agung .

  5. niesha
    niesha says:

    My beloved brothers and sisters,
    kita bisa percayakan seluruh hidup kt kpd Gembala yg selalu menuntun,menjaga,menyediakan,dan slalu peduli akan kt,yaitu Yesus Kristus.
    Tugas kt adlh menjadi domba-domba Allah yg penurut(taat) dan setia kpd Nya.
    “So samuel said:
    Has the Lord as great delight in burnt offerings and sacrifices,
    As in obeying the voice of the Lord?
    Behold,to obey is better than sacrifice,
    and to heed than the fat of rams”.1 Samuel 15:22.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *