Wawancara yang Mengejutkan

Senin, 13 Maret 2017

Wawancara yang Mengejutkan

Baca: Kisah Para Rasul 26:9-15

26:9 Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret.

26:10 Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati.

26:11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing.”

26:12 “Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik,

26:13 tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku.

26:14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.

26:15 Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.

Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. —Matius 25:40

Wawancara yang Mengejutkan

Suatu pagi, dalam kereta komuter yang padat di London, seorang penumpang mendorong dan memaki penumpang lain yang dianggap menghalangi jalannya. Biasanya peristiwa seperti itu hanyalah momen sepele yang berlalu begitu saja. Namun, ternyata ada hal tak terduga yang terjadi setelah itu. Seorang manajer dari sebuah perusahaan mengirim pesan kilat kepada teman-teman di sosial medianya, “Coba tebak, siapa yang baru saja datang untuk mengikuti wawancara kerja.” Pada saat tulisannya itu tersebar melalui dunia maya, orang-orang yang membacanya pun tersenyum kecut. Bayangkan jika kamu diundang untuk wawancara kerja, lalu menemukan ternyata yang mewawancarai kamu adalah orang yang tadi pagi telah kamu dorong dan maki.

Saulus juga tanpa sengaja bertemu dengan seseorang yang tidak terduga olehnya. Dalam perjalanannya hendak menangkap orang-orang yang mengikuti Jalan Tuhan (Kis. 9:1-2), Saulus dihadang oleh cahaya yang memancar dari langit. Lalu suatu suara berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (ay.4). Saulus bertanya, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Lalu kata Tuhan, “Akulah Yesus, yang kauaniaya itu” (26:15).

Beberapa tahun sebelumnya, Yesus pernah berkata bahwa cara kita memperlakukan orang yang lapar, orang yang haus, orang asing, dan orang yang dipenjara menggambarkan hubungan kita dengan-Nya (Mat. 25:35-36). Siapa yang pernah berpikir bahwa ketika seseorang mencela kita, atau ketika kita menolong atau sebaliknya menyakiti orang lain, Tuhan yang penuh kasih merasakan sendiri perlakuan itu? —Mart DeHaan

Bapa, ampunilah kami karena bersikap seolah-olah Engkau tidak ada di saat-saat kami memberi atau menerima pertolongan.

Ketika kita menolong atau menyakiti sesama, Yesus ikut merasakan perlakuan itu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 20-22; Markus 13:21-37

Artikel Terkait:

Kelemahan yang Menguntungkan

“Kelemahan kadang membuatmu tidak percaya diri. Teman-teman menertawakanmu. Ada juga yang mungkin bahkan sengaja membully kamu.”

Pernahkah kamu merasa demikian? Kiranya kesaksian Galang dapat menguatkanmu.

Bagikan Konten ini
23 replies
  1. peggy
    peggy says:

    amin..
    belajar utk mengasihi org lain & diri kita sendiri… minta pengajaran Tuhan dlm bertindak… Dia ikut merasakan apa yg kita semua alami

  2. lena
    lena says:

    Ada nyanyian sklah minggu yg berkata”Mata Tuhan melihat apa yg engkau buat”
    marilah kita selalu ingat bhwa mata Tuhan tertuju kepada orang yg di kasihiNya,
    jd baik atau buruk perbuatan kita tdk terlepas dr pandangan TUHAN,
    TUHAN YESUS memberkati

  3. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik bahagia murni menang tinggi luas lebar segar nyaman sejuk terang kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  4. sutikno
    sutikno says:

    Trimakasih ya Tuhan untuk pengampunan Mu , acap kali aku tidak mau mendengarkan perkataanMu bahkan sering kali aku lari dari panggilanMu . sungguh Engkau layak aku Sembah dan aku Muliakan begitu besar kasihMu , kesabaranMu umtuk kami umat manusia .amin

  5. luci
    luci says:

    ampuni diriku tuhan jika sering ku merasa kecewa dgn org2 yg tidak taat pada Mu namun mereka sepertinya tidak memiliki beban.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *