Sama Seperti Kita

Info

Kamis, 2 Maret 2017

Sama Seperti Kita

Baca: Ibrani 2:9-18

2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

2:10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah–yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan–,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.

2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

2:12 kata-Nya: “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,”

2:13 dan lagi: “Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,” dan lagi: “Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.”

2:14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;

2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

2:16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.

2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. —Ibrani 2:18

Sama Seperti Kita

Charles Schulz (1922-2000) adalah pencipta komik Peanuts yang menjadi favorit banyak orang. Dalam upacara untuk mengenang Schulz, seorang teman sekaligus sesama kartunis bernama Cathy Guisewite bercerita tentang rasa kemanusiaan dan belas kasihan yang dimiliki almarhum. “Charles memberikan kepada setiap orang di dunia tokoh-tokoh kartun yang tahu betul apa yang kita rasakan, yang membuat kita merasa tidak pernah sendiri. Charles juga memberikan dirinya sebagai kartunis, dan itu membuat kami merasa tidak pernah sendiri. . . . Ia memberikan semangat kepada kami. Ia menaruh simpati kepada kami. Ia membuat kami merasa bahwa ia sama seperti kami.”

Saat kita merasa tidak ada seorang pun mengerti atau dapat menolong kita, kita diingatkan bahwa Yesus telah memberikan diri-Nya bagi kita, dan Dia tahu persis siapa diri kita dan apa saja yang kita hadapi hari ini.

Ibrani 2:9-18 menunjukkan kebenaran yang luar biasa tentang Yesus yang sepenuhnya menjadi sama dengan manusia selama hidup-Nya di bumi (ay.14). Dia “mengalami maut bagi semua manusia” (ay.9), memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut (ay.14), dan membebaskan “mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut” (ay.15). Yesus Kristus menjadi sama seperti kita “dalam segala hal . . . supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa” (ay.17).

Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah menjadi sama dengan manusia seperti kami, supaya kami bisa menerima pertolongan-Mu hari ini dan hidup dalam hadirat-Mu selamanya. —David McCasland

Ketakutan dan kekhawatiran apa yang kamu miliki? Bagaimana seharusnya sikapmu terhadap ketakutan tersebut? (1Ptr. 5:6-7). Apa yang Tuhan janjikan akan dilakukan-Nya bagimu? (Ibr. 13:5).

Tiada seorang pun yang lebih memahami kita daripada Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 26-27; Markus 8:1-21

Artikel Terkait:

Apakah Kamu Takut Gelap?

“Jujur saja, aku takut gelap. Aku tidak menyadari hal ini sebelumnya. Namun, belakangan aku mendapati bahwa ketika malam menjelang, aku merasa ada sesuatu (dan itu bukan anjingku) yang pelan-pelan mendekatiku dan hendak menyerangku.”

Baca kisah Phoebe selengkapnya di dalam artikel berikut.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

31 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!