Mengasihi dengan Sempurna

Senin, 6 Maret 2017

Mengasihi dengan Sempurna

Baca: 1 Korintus 13:4-8

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

[Kasih] menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan. —1 Korintus 13:7-8

Mengasihi dengan Sempurna

Suaranya bergetar saat menceritakan persoalan yang dihadapinya dengan putrinya. Karena prihatin dengan pergaulan putrinya, sang ibu menyita ponsel anaknya dan mengawal ke mana pun ia pergi. Hubungan mereka berdua tampaknya semakin buruk saja. Setelah berbicara dengan sang putri, saya merasa bahwa sebenarnya ia sangat mengasihi ibunya. Hanya saja ia kini merasa terkekang dalam ungkapan kasih sang ibu. Yang ia rindukan adalah kebebasan.

Sebagai makhluk yang tidak sempurna, kita semua menemui kesulitan dalam hubungan kita dengan sesama. Baik sebagai orangtua atau anak, lajang atau menikah, kita semua bergumul untuk mengungkapkan kasih dengan cara yang benar, untuk mengucapkan dan melakukan apa yang benar pada saat yang tepat. Sepanjang hidup ini, kita perlu terus belajar mengasihi.

Dalam 1 Korintus 13, Rasul Paulus menguraikan tentang apa yang disebut sebagai kasih yang sempurna. Standar yang diberikan Paulus terlihat begitu mulia, tetapi menerapkan kasih itu dapat terasa sangat menakutkan. Syukurlah, kita memiliki Yesus sebagai teladan. Lewat interaksi-Nya dengan orang-orang yang memiliki kebutuhan dan masalah yang berbeda-beda, Dia menunjukkan kepada kita bukti nyata dari kasih yang sempurna itu. Dengan berjalan bersama Yesus, berpegang pada kasih-Nya, dan belajar menghayati firman-Nya, kita akan dibuat-Nya semakin serupa dengan Dia. Tentulah kita masih akan berbuat kesalahan, tetapi Allah dapat mengubahnya dan mendatangkan kebaikan dari setiap keadaan yang ada, karena kasih-Nya “menutupi segala sesuatu” dan “tidak berkesudahan” (1Kor. 13:7-8). —Poh Fang Chia

Tuhan, sebenarnya niat dan keinginan kami baik, tetapi kami justru sering mengecewakan satu sama lain. Terima kasih, Engkau telah menjadi teladan kami dengan menunjukkan bagaimana kami harus hidup dan mengasihi.

Untuk menunjukkan kasih-Nya, Tuhan Yesus mati bagi kita; untuk menunjukkan kasih kita, kita hidup bagi-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 1-2; Markus 10:1-31

Artikel Terkait:

Saat Aku Mencintainya Lebih Dari Tuhan

“Hubunganku yang tidak jelas bersama Ben terus berlanjut—sementara hubunganku dengan Tuhan memburuk. Aku berhenti berdoa dan tidak lagi menceritakan apa-apa tentang Ben kepada teman-teman Kristen-ku. Seiring berjalannya waktu, aku menemukan bahwa aku bukan satu-satunya gadis yang diperhatikan Ben. Ben mengarang cerita tentangku dan aku merasa sangat sakit hati.”

Baca kesaksian selengkapnya di dalam artikel ini.

Bagikan Konten Ini
20 replies
  1. Andre T-boyz
    Andre T-boyz says:

    thx God. Ajar kami mengasihi sesama kami seperti kami mengasihi diri kami sendiri … amin.

  2. lidia
    lidia says:

    Menghargai pengorbañan Tuhan dgn belajar taatdan melàkukan F T,salah satu cara mengasihi Tuhan

  3. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Menjalankan hukum kasih sebagaimana yg diharapkan oleh Tuhan Yesus kepada kita umatnya, pada prakteknya memang gampang gampang susah, namun satu pengharapan akan keyakinan kita berharap akan melalui kuasa roholkudus Tuhan yg akan bekerja bersama kita semuanya kita dapat laksanakan dengan baik, Amin

  4. lena
    lena says:

    kami umatMu sangat membutuhkan hikmat dr Mu Tuhan utk kami menunjukkan rasa kasih kami satu dng yg lain

  5. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik bahagia murni menang tinggi luas lebar segar nyaman sejuk terang kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  6. Nona Elisabeth Purba
    Nona Elisabeth Purba says:

    ajari aku Tuhan supaya lebih mengasihi sesama dan menjadi seorang hambaMu yang taat kepada Mu.

  7. dodit wahyu kurniawan
    dodit wahyu kurniawan says:

    kasih Allah seperti sungai, menalir diwaktu pagi – malam ,,
    Tuhan Membertkati ,,,
    Amen.

  8. Yosia
    Yosia says:

    Ajarilah kami ini saling mengasihi. Ajarilah kami ini saling mengampuni. Ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan. KasihMu kudus tiada batasnya.

  9. icalpenyok
    icalpenyok says:

    Trimakasih Tuhan Yesus untuk semua berkat kasih karunia yg telah Engkau berikan pada kami. Amin

  10. solita
    solita says:

    mampukan kami Bapa untuk mengasihi dengan tulus dan murni sebagaimana yg Kau ajarkan bagi kami tanpa mengharap balas.. aminn..

  11. Mahesa Gautama Putra
    Mahesa Gautama Putra says:

    amin, trimakasih atas santapan rohani yg begitu lezat, saya nengerti apabila ingin mengasihi, kita mesti mengerti apa yg hrus d perbuat, jgn smpai kasih yg kita beri, malah d anggap tidak enak

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *